Persaingan Ketat Cabang Olahraga Karate di PON XX Papua

Persaingan Ketat Cabang Olahraga Karate di PON XX Papua

Persaingan Ketat Cabang Olahraga Karate di PON XX Papua – Karate adalah seni bela diri yang berasal dari Jepang. Seni bela diri ini sedikit dipengaruhi oleh Seni bela diri Cina kenpō. Karate dibawa masuk ke Jepang lewat Okinawa dan mulai berkembang di Ryukyu Islands. Seni bela diri ini pertama kali disebut “Tote” yang berarti seperti “Tinju China”.

Cabang olahraga karate PON XX Papua akan mulai dilangsungkan. Bertanding di GOR Politeknik Penerbangan Kayu Batu, Jayapura, atlet karate putri, Sisilia Agustiani Ora akan bertanding pada nomor kata putri.

Sisilia yang mewakili Jawa Timur, berusaha mempertahankan emas pada nomor ini. Maklum, lima tahun lalu, saat gelaran serupa dihelat di Jawa Barat. Dia menumbangkan Yulianti Syafrudin dengan poin telak 4-1 dalam laga final.

1. Persaingan makin ketat
Persaingan Ketat Karate di PON XX Papua

Dia tercatat pernah meraih prestasi cukup baik di kancah SEA Games 2017 silam. Medali perak berhasil dibawa pulang ke Indonesia dalam nomor yang jadi andalannya.

Walau diunggulkan meraih medali pada nomor kata putri, Sisilia dipastikan tak akan mudah meraih medali seperti yang dilakukan di Jawa Barat.

Maklum, banyak pesaing baru yang berpotensi membuat kejutan, di antaranya adalah anak-anak muda, salah satunya wakil Sumatera Barat, Putri Anzhani Amelia.

2. Juara bertahan tak main di nomor kata putra
Persaingan Ketat Karate di PON XX Papua

Sebetulnya, ada empat nomor yang dipertandingkan hari ini. Selain kata putra dan putri, ada juga nomor kumite +84 putra dan putri.

Untuk kata putra, juara baru dipastikan bakal lahir, karena atlet yang lima tahun lalu merengkuh emas, Rahmat Darmawan, tak tampil dalam PON XX Papua.

Tentu, ini menguntungkan bagi Erlando Stevano yang meraih perak di PON Jabar, serta atlet pelatnas Ahmad Zigi Zaresta, yang berpeluang meraih emas lebih mudah tanpa Rahmat.

3. Tak ada Umar Syarief, kumite +84 bakal melahirkan juara baru
Persaingan Ketat Karate di PON XX Papua

Sementara, di kelas kumite 84+ yang selalu dikuasai atlet legendaris Umar Syarief, dipastikan bakal melahirkan peraih emas baru. Sebab, Umar sudah pensiun dan tak bermain di PON kali ini

Hal serupa juga terjadi di nomor kumite -84 putra di ajang PON XX Papua.

Ketika karate masuk ke Jepang, nasionalisme Jepang pada saat itu sedang tinggi-tingginya, sehingga Sensei Gichin Funakoshi mengubah kanji Okinawa (Tote: Tinju China) dalam kanji Jepang menjadi ‘karate’ (Tangan Kosong) agar lebih mudah diterima oleh masyarakat Jepang.

Karate terdiri dari atas dua kanji. Yang pertama adalah ‘Kara’ 空 dan berarti ‘kosong’. Dan yang kedua, ‘te’ 手, berarti ‘tangan’. Yang dua kanji bersama artinya “tangan kosong” 空手 (pinyin: kongshou).