Nigeria Punya Peluang Besar Untuk Juarai Piala Afrika 2021

Nigeria Punya Peluang Besar Untuk Juarai Piala Afrika 2021

Nigeria Punya Peluang Besar Untuk Juarai Piala Afrika 2021

Nigeria Punya Peluang Besar Untuk Juarai Piala Afrika 2021 – Piala Negara-Negara Afrika 2021 adalah edisi ke-33 Piala Negara-Negara Afrika, turnamen sepak bola pria internasional di benua Afrika yang diselenggarakan dua tahun sekali oleh Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF).

Turnamen edisi ini diselenggarakan di Kamerun pada 9 Januari hingga 6 Februari 2021. The Analyst memprediksi Nigeria memiliki peluang besar untuk menjuarai Piala Afrika 2021.

Nigeria memiliki peluang sebesar 14,79 persen untuk memenangi turnamen antarngeara Afrika tersebut. Padahal banyak penggemar sepak bola yang berpendapat bahwa Maroko, Aljazair, dan Senegal yang menjadi favorit untuk meraih trofi.

Faktor Jose Paseiro
5 Alasan Nigeria Favorit Juara Piala Afrika 2021

Nigeria saat ini memiliki pelatih baru. Jose Paseiro ditunjuk pada 29 Desember 2021 lalu. Dia hanya memiliki waktu kurang dari 2 minggu untuk mempersiapkan Nigeria di Piala Afrika 2021. Walau begitu, Jose Paseiro merupakan pelatih yang sangat berpengalaman.

Mantan penyerang timnas Portugal itu pernah melatih beberapa tim ternama, seperti Arab Saudi, Venezuela, Braga, FC Porto, Sporting CP, dan Al Ahly. Pengalamannya tersebut diyakini cukup membawa Nigeria menjadi salah satu tim yang paling ditakuti di Piala Afrika 2021.

Lini tengah yang kuat
5 Alasan Nigeria Favorit Juara Piala Afrika 2021

Nigeria merupakan salah satu tim di Piala Afrika 2021 yang memiliki lini tengah yang kuat. Beberapa nama top dipastikan memperkuat Nigeria di turnamen ini, seperti Frank Onyeka (Brentford), Wilfred Ndidi (Leicester City), dan Kelechi Nwakali (SD Huesca).

Ketiga pemain tersebut diyakini akan menjadi penyeimbang Nigeria dalam membangun serangan tanpa khawatir terkena serangan balik. Nama Chidera Ejuke yang bermain CSKA Moscow juga diyakini akan tampil apik dalam turnamen ini.

Ambisi Nigeria mengulang kejayaan pada 2013

Nigeria berambisi meraih trofi Piala Afrika 2021. Bagaimana tidak, jelang digelarnya turnamen tersebut, Nigeria malah mengganti pelatih Gernot Rohr dengan Jose Paseiro. Sebenarnya Gernot Rohr sudah tampil apik di Kualifikasi Piala Dunia 2022 dan Kualifikasi Piala Afrika 2021.

Pemecatan Gernot tak lepas dari ambisi Nigeria mengulang kejayaan mereka pada 2013. Kala itu, Nigeria berhasil menjuarai Piala Afrika 2013 setelah mengalahkan Burkina Faso pada partai puncak.

Lini depan yang tajam
5 Alasan Nigeria Favorit Juara Piala Afrika 2021

Di lini depan, Nigeria memiliki banyak pemain top. Misalnya, Ahmed Musa yang saat ini bermain bersama Fatih Karagumruk. Pemain Villareal yang sedang naik daun, Samuel Chukwueze, juga menjadi andalan Nigeria di ajang ini.

Nigeria memiliki penyerang depan top yang saat ini bermain di Premier League, yaitu Kelechi Iheanacho (Leicester City) dan Alex Iwobi (Everton). Ketiga pemain tersebut bisa menjadi daya gedor Nigeria dalam mencetak gol di ajang ini.

Serangan balik yang berbahaya
5 Alasan Nigeria Favorit Juara Piala Afrika 2021

Pada Piala Dunia 2018, Nigeria menjadi salah satu tim yang paling ditakuti dalam hal serangan balik. Setidaknya terdapat dua pemain yang dipercaya menjadi otak skema serangan balik.

Kedua pemain tersebut ialah Alex Iwobi dan Ahmed Musa, yang memiliki dribel yang cepat. Ada juga Iheanacho yang memiliki penyelesaian yang sangat efektif ketika berada di depan gawang.

Nigeria memang difavoritkan menjadi juara Piala Afrika 2021. Walau begitu, negara-negara seperti Aljazair, Mesir, Senegal, dan Kamerun juga tak boleh diremehkan. Semua bisa terjadi hingga babak final pada Februari 2022 nanti.

Turnamen ini awalnya dijadwalkan berlangsung mulai 9 Januari hingga 6 Februari 2021. Babak penyisihan awal dan dua hari pertandingan babak penyisihan grup telah dimainkan antara 9 Oktober dan 19 November 2019.

Hari pertandingan ketiga dan keempat babak penyisihan grup kualifikasi, yang awalnya dijadwalkan berlangsung dari 23 hingga 31 Maret dan 1 hingga 9 Juni 2020, ditunda dan semua pertandingan kualifikasi yang tersisa dijadwal ulang karena merebaknya pandemi COVID-19 di Afrika.