Deretan Para Atlet Bulu Tangkis yang Cetak Sejarah di 2021

Deretan Para Atlet Bulu Tangkis yang Cetak Sejarah di 2021

Deretan Para Atlet Bulu Tangkis yang Cetak Sejarah di 2021

Deretan Para Atlet Bulu Tangkis yang Cetak Sejarah di 2021 – Bulu tangkis (Badminton) adalah suatu olahraga yang menggunakan alat yang berbentuk bulat dengan memiliki rongga-rongga di bagian pemukulnya. Dan memiliki gagang.

Alat ini dikenal dengan nama raket yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang saling berlawanan. Tak terasa kita sudah memasuki 2022. Perjalanan panjang sudah dilalui pada 2021.

Begitu juga yang dirasakan oleh para pebulu tangkis dunia. Pencapaian yang luar biasa sudah mereka torehkan di turnamen bulu tangkis internasional. Bahkan ada juga yang sukses mencetak sejarah baru pada 2021.

5. Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai (Thailand)

Tak Terlupakan! 5 Pebulu Tangkis Ini Cetak Sejarah pada 2021

Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai menjadi ganda campuran paling sukses sepanjang 2021. Pasangan Thailand ini berhasil meraih gelar juara dunia sebagai turnamen penutup akhir tahun dan menduduki peringkat satu dunia saat ini.

4. Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (Jepang)

Tak Terlupakan! 5 Pebulu Tangkis Ini Cetak Sejarah pada 2021

Jepang berhasil mencetak sejarah baru. Pasangan Takuro Hoki/Yugo Kobayashi sukses meraih gelar juara dunia pada ajang yang berlangsung di Huelva, Spanyol, pada 2021 lalu.

Hoki/Kobayashi menjadi ganda putra pertama Jepang yang mampu meraih gelar juara dunia. Kini, pasangan tersebut menduduki peringkat empat dunia dan menjadi ganda putra terbaik dari Jepang.

3. Loh Kean Yew (Singapore)

Tak Terlupakan! 5 Pebulu Tangkis Ini Cetak Sejarah pada 2021

Beralih ke Kejuaraan Dunia, Loh Kean Yew berhasil mencetak sejarah baru bagi Singapura. Tunggal putra andalan Singapura ini sukses mencatatkan dirinya sebagai peraih gelar juara dunia.

Loh Kean Yew juga menjadi pemain Singapura pertama yang mampu meraih gelar dalam ajang Kejuaraan Dunia yang berlangsung sejak 1977. Loh Kean Yew kini menempati peringkat 15 dunia dan menjadi tunggal putra terbaik yang dimiliki Singapura.

2. Greysia Polii/Apriyani Rahayu (Indonesia)

Tak Terlupakan! 5 Pebulu Tangkis Ini Cetak Sejarah pada 2021

Masih dari ajang Olimpiade, Indonesia juga berhasil meraih satu medali emas di sektor ganda putri melalui Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Ganda putri terbaik Indonesia ini sukses mengalahkan pasangan China, Chen Qingchen/Jia Yi Fan, pada laga final.

Greysia/Apriyani berhasil menorehkan nama mereka dan mencetak sejarah baru bagi tim Merah Putih. Pasangan dari klub Jaya Raya ini menjadi ganda putri Indonesia pertama yang mampu meraih medali emas di turnamen olahraga empat tahunan tersebut.

1. Lee Yang/Wang Chi Lin (Taiwan)

Tak Terlupakan! 5 Pebulu Tangkis Ini Cetak Sejarah pada 2021

Lee Yang/Wang Chi Lin berhasil mencetak rekor baru dalam ajang Olimpiade. Ganda putra terbaik Taiwan itu sukses meraih emas pada Olimpiade Tokyo 2020 yang berlangsung di Jepang. Lee/Wang menjadi ganda putra Taiwan pertama yang bisa meraih medali emas pada ajang olahraga terbesar empat tahunan tersebut. Sukses menjadi juara Olimpiade, Lee/Wang langsung melesat ke peringkat tiga dunia.

Ini merupakan peringkat terbaik mereka selama berpasangan. Olahraga yang dimainkan dengan kok dan raket, kemungkinan berkembang di Mesir kuno sekitar 2000 tahun lalu tetapi juga disebut-sebut di India dan Republik Rakyat Tiongkok. Di Tiongkok, terdapat permainan yang disebut Jianzi, yang melibatkan penggunaan kok tetapi tanpa raket. Alih-alih, koknya dimanipulasi dengan kaki.

Objektif permainan ini adalah untuk menjaga kok agar tidak menyentuh tanah selama mungkin tanpa menggunakan tangan. Di Inggris sejak zaman pertengahan permainan anak-anak yang disebut Battledores dan Shuttlecocks sangat populer.

Anak-anak pada waktu itu biasanya akan memakai dayung / tongkat (Battledores) dan bersiasat bersama untuk menjaga kok tetap di udara dan mencegahnya dari menyentuh tanah. Ini cukup populer untuk menjadi nuansa harian di jalan-jalan London pada tahun 1854 ketika majalah Punch memublikasikan kartun untuk ini.