Deretan Negara yang Paling Banyak Menjadi Tuan Rumah WBC

Deretan Negara yang Paling Banyak Menjadi Tuan Rumah WBC

Deretan Negara yang Paling Banyak Menjadi Tuan Rumah WBC – Bulu tangkis adalah suatu olahraga yang menggunakan alat yang berbentuk bulat dengan memiliki rongga-rongga di bagian pemukulnya. Dan memiliki gagang. Alat ini dikenal dengan nama raket yang dimainkan oleh dua orang atau dua pasangan yang saling berlawanan.

World Badminton Championship (WBC) merupakan turnamen bulu tangkis dunia di bawah naungan BWF yang terbilang sangat bergengsi. Diselenggarakan pertama kali pada tahun 1977, ternyata WBC pernah mengalami perubahan waktu pelaksanaan yang semula tiga tahun sekali kini menjadi turnamen rutin tahunan sejak 2006 silam.

Menariknya, beberapa negara cukup sering dipercaya sebagai lokasi penyelenggaraan kejuaraan dunia yang satu ini. Berikut sederet negara yang paling banyak download idn poker 88 menjadi tuan rumah World Badminton Championship.

1. Denmark
5 Negara yang Sering Jadi Tuan Rumah World Badminton Championship

Denmark pertama kali dipercaya menjadi tuan rumah untuk WBC pada tahun 1983 dan berlanjut di gelaran tahun 1991,1999, dan 2014. Menariknya, empat kali pelaksanaan kejuaraan dunia bergengsi dari BWF ini selalu jatuh di kota Kopenhagen, ibukota negara Denmark. Hingga kini Denmark masih memegang rekor negara yang paling sering ditunjuk sebagai tuan rumah WBC. Bahkan di kejuaraan dunia tahun 2023 mendatang, Kopenhagen akan kembali dijadwalkan untuk menjamu atlet-atlet bulu tangkis dunia yang berlaga.

2. Indonesia
5 Negara yang Sering Jadi Tuan Rumah World Badminton Championship

Indonesia menjadi negara Asia pertama yang dipercaya sebagai penyelenggara kejuaraan dunia BWF ini. Tercatat sudah tiga kali menjadi tuan rumah WBC, yaitu di tahun 1980, 1989, dan 2015 di Istora Senayan atau yang kini lebih dikenal dengan sebutan Gelora Bung Karno. Uniknya, saat pertama kali jadi tuan rumah di tahun 1980, atlet Indonesia berhasil menyabet empat gelar sekaligus. Ada Rudy Hartono (MS), Verawaty Fajrin (WS), Ade Chandra/Christian Hadinata (MD), dan Christian Hadinata/Imelda Wiguno (XD).

3. Inggris
5 Negara yang Sering Jadi Tuan Rumah World Badminton Championship

Sama seperti Indonesia, Inggris juga berkesempatan menjamu atlet bulu tangkis dari seluruh dunia untuk World Badminton Championship sebanyak tiga kali. Pertama kali menjadi tuan rumah di tahun 1993, kejuaraan dunia berlangsung di kota Birmingham. Tahun kedua menjadi tuan rumah, Inggris masih menunjuk Birmingham sebagai kota penyelenggara WBC 2003. Barulah di turnamen WBC 2011, London muncul sebagai lokasi baru untuk even tahunan BWF ini.

4. China
5 Negara yang Sering Jadi Tuan Rumah World Badminton Championship

Kerap menjadi negara ‘penghasil’ atlet bulu tangkis berprestasi, China pun turut menambah daftar negara di Asia yang laling sering ditunjuk sebagai tuan rumah WBC. Di gelaran kelima tahun 1987, Beijing menjadi saksi gelar juara dunia di semua nomor diambil oleh wakil tuan rumah. Gak berhenti di Beijing, Guangzhou juga turut absen sebagai kota tempat berlangsungnya WBC tahun 2013. Di gelaran tahun 2018, Nanjing mendapat giliran menjadi venue WBC. Uniknya, di 2013 dan 2018, dominasi atlet China mulai berkurang sebab masing-masing hanya mampu sabet dua gelar.

5. Spanyol
5 Negara yang Sering Jadi Tuan Rumah World Badminton Championship

Lekat dengan sebutan negara sepak bola, ternyata Spanyol mampu memberi image postif di dunia tepok bulu. Pada gelaran tahun 2001, Spanyol, tepatnya Sevilla berhasil dipercaya BWF untuk menjadi negara penyelenggara kejuaraan dunia bulu tangkis yang ke-12. Gak hanya sekali, tahun kedua Spanyol menjadi tuan rumah untuk WBC berlangsung di kota Madrid pada tahun 2006.

Terbaru, peran Spanyol kembali diuji di WBC 2021 dengan Huelva sebagai lokasi penyelengara, tepatnya mengambil venue di Barceló Punta Umbría Beach Resort. Mulai dari Denmark sampai Spanyol, daftar negara yang paling sering menjadi tuan rumah World Badminton Championship terbilang cukup merata, dia Eropa dan Asia.

Mirip dengan tenis, bulu tangkis bertujuan memukul bola permainan (“kok” atau “shuttlecock“) melewati jaring agar jatuh di bidang permainan lawan yang sudah ditentukan dan berusaha mencegah lawan melakukan hal yang sama. Olahraga yang dimainkan dengan kok dan raket, kemungkinan berkembang di Mesir kuno sekitar 2000 tahun lalu tetapi juga disebut-sebut di India dan Republik Rakyat Tiongkok.

Di Tiongkok, terdapat permainan yang disebut Jianzi, yang melibatkan penggunaan kok tetapi tanpa raket. Alih-alih, koknya dimanipulasi dengan kaki. Objektif permainan ini adalah untuk menjaga kok agar tidak menyentuh tanah selama mungkin tanpa menggunakan tangan.