Cara Menangani Cedera Akibat Olahraga yang Harus Diketahui

Cara Menangani Cedera Akibat Olahraga yang Harus Diketahui

Cara Menangani Cedera Akibat Olahraga yang Harus Diketahui – Cedera adalah sesuatu kerusakan pada struktur atau fungsi tubuh disebabkan ada sesuatu yang tidak normal (hilang). Olahraga menjadi kegiatan yang memiliki segudang manfaat bagi kesehatan, tidak hanya secara fisik tetapi juga secara psikis. Namun, kegiatan ini tentu tidak terlepas dari risiko cedera.

cidera atau trauma adalah kelainan yang terjadi pada tubuh yang mengakibatkan timbulnya nyeri, panas, merah, bengkak, dan tidak dapat berfungsi dengan baik pada otot, tendon, ligament, persendian, maupun tulang akibat aktifitas gerak yang berlebihan atau kecelakaan. Jika sudah begini, penanganan cedera olahraga yang tepat pun penting untuk dilakukan.

Cara penanganan cedera olahraga yang paling utama dilakukan adalah dengan menghentikan aktivitas olahraga tersebut. Memaksakan tetap berolahraga saat terjadi cedera malah dapat memperburuk kondisi tubuh.

1. Rest

The importance of rest with COVID-19

Rest berarti mengistirahatkan bagian tubuh yang mengalami cedera. Waktu istirahat tergantung pada berat atau ringannya cedera yang dialami. Istirahat ini bertujuan mencegah bertambah parahnya cedera dan mengurangi aliran darah ke bagian tubuh yang cedera.

2. Ice

Why do ice cubes crack when you put them in water? - BBC Science Focus Magazine

Ice berarti menaruh kompres es pada bagian tubuh yang mengalami cedera. Waktu pemberian kompres es ini tidak boleh terlalu lama karena dapat memicu vasodilatasi atau pelebaran pemburuh darah berlebih, serta meningkatnya aliran darah yang dapat menyebabkan bagian cedera terasa panas.Kompres es ini bertujuan ‘mengunci’ bagian tubuh yang cedera, mengurangi nyeri karena dapat mematirasakan ujung saraf, serta mencegah pembengkakan pada bagian tubuh yang cedera.Perhatikan hal-hal berikut ini sebelum memberikan kompres es.

  • Kompres es bisa dilakukan dengan menggunakan ice pack atau kantong plastik dan dibalut dengan handuk.
  • Tempelkan kompres es selama 2-3 menit, jangan terlalu lama.
  • Lepas sementara kompres es jika sudah merasa kesemutan atau pucat pada bagian cedera, atau hentikan sampai pembengkakan tidak bertambah.

Lalu, bagaimana halnya dengan kompres hangat? Kompres hangat dapat mengakibatkan pelebaran pembuluh darah sehingga malah membuat cairan radang masuk kembali ke pembuluh darah.Namun, kompres hangat bisa ditempelkan dengan beberapa catatan berikut ini.

  • Kompres ditempelkan setelah fase akut atau 2-3 hari setelah cedera terjadi.
  • Kompres ditempelkan setelah bengkak sudah tidak bertambah.
  • Kompres bisa dihangatkan dengan uap panas atau direndam di air hangat.
  • Kompres dapat dibuat menggunakan larutan garam untuk mengurangi bengkak.
3. Compression

How can compression therapy benefit wound care patients? | MESI – Simplifying Diagnostics

Compression berarti membalut dan menekan bagian tubuh yang mengalami cedera untuk menghentikan perdarahan dan mengurangi pembengkakan. Pembalutan dapat digunakan dengan kassa atau pembalut tekan elastis.Saat melakukan pembalutan, pastikan bagian tubuh yang dibalut terasa nyaman. Jadi, jangan sampai balutan terlalu menekan. Penekanan dapat dilakukan dari bawah ke atas. Jika terlalu menekan, akan timbul mati rasa pada bagian ujung cedera dan kulit terlihat pucat.

4. Elevation

Tips Atasi Cedera dengan Metode PRICES

Elevation berarti meninggikan posisi bagian tubuh yang mengalami cedera dari jantung. Hal ini bertujuan mengurangi aliran darah ke bagian cedera, sehingga meredakan peradangan serta perdarahan, dan aliran darah pun bisa kembali lancar.Cara penanganan cedera tersebut merupakan pertolongan pertama yang bisa Anda dilakukan saat olahraga. Jika kondisi tidak kunjung membaik, ada baiknya Anda mendatangi pusat pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis, sesuai dengan tingkat cedera yang dialami.