Berikut Sejarah dan Segudang Manfaat Dari Olahraga Atletik

Berikut Sejarah dan Segudang Manfaat Dari Olahraga Atletik

Berikut Sejarah dan Segudang Manfaat Dari Olahraga Atletik – Atletik adalah cabang olahraga berupa aktivitas fisik (jasmani) yang dinamis dan harmonis, termasuk di antaranya lari, lompat, jalan, dan lempar. Atletik merupakan salah satu unsur dari pendidikan jasmani dan kesehatan.

Sebagai suatu komponen pendidikan yang mengutamakan aktivitas jasmani serta pembinaan hidup sehat dan pengembangan jasmani. Cabang olahraga atletik adalah olahraga tertua di dunia. Gerakannya terdiri dari empat gerakan dasar manusia yaitu berjalan, berlari, melompat, dan melempar.

Berbagai jenis olahraga yang kita kenal saat ini merupakan ragam kombinasi dari keempatnya, tidak salah jika atletik dianggap sebagai ibu dari segala olahraga.

1. Perlombaan atletik pertama di Irlandia pada 1829 SM
Atletik: Sejarah, Ragam, dan Manfaatnya

Perlombaan atletik pertama yang tercatat adalah Tailteann Games di Irlandia pada  1829 SM. Kompetisi dalam bentuk olimpiade terlaksana pertama kali pada 776 SM di Yunani. Di tempat yang sama, pada 1896 olimpiade modern pertama kali dilaksanakan.

Praktik atletik yang kita kenal saat ini berawal dari Inggris sejak 1817. Kelompok-kelompok atletik terbentuk, bahkan mengadakan kompetisi antar-sesama. Dari sinilah atletik berkembang, dan mendunia melalui perhelatan Olimpiade.

2. Atletik di Indonesia sejak era pendudukan Jepang
Atletik: Sejarah, Ragam, dan Manfaatnya

Dibawa Belanda pada 1930, atletik menjadi hal yang eksklusif bagi penduduk kota besar, khususnya anak sekolah dan militer di Indonesia. Keterbatasan akses dikarenakan fungsi utama atletik adalah untuk kelengkapan pendidikan pembinaan kebugaran jasmani, bukan prestasi.

Kegiatan ini mulai berkembang ketika zaman kependudukan Jepang pada 1942-1945. Pemerintah Jepang mewajibkan semua entitas terpelajar (pegawai, pelajar, dan mahasiswa) untuk senam pagi mengikuti radio Jepang bernama “Taiso”. Kegiatan ini mulai mendapatkan perhatian yang mumpuni, terlihat dari perlombaan atletik untuk kalangan pelajar dan mahasiswa secara rutin.

3. Cabang Atletik
Atletik: Sejarah, Ragam, dan Manfaatnya

Atletik merupakan kombinasi dari gerakan jalan, lari, lompat, dan lempar. Olahraga ini dilaksanakan dalam ruangan maupun luar ruangan. Jumlah pemain dilakukan perseorangan kecuali lari estafet yang dilakukan empat orang.

Ragam kategori olahraga atletik antara lain:

Lari :
– Lari jarak pendek (sprint)
– Lari sambung (estafet)
– Lari gawang (hurdles)

Lompat :
– Lompat tinggi (high jump)
– Lompat jauh (long jump)
– Lompat jangkit (triple jump)
– Lompat tinggi galah (pole vault)

Lempar :
– Tolak peluru (shot put)
– Lempar lembing (javelin throw)
– Lempar cakram (discus throw)
– Lontar Martil (hammer throw).

4. Menjaga kebugaran dengan aktivitas atletik
Atletik: Sejarah, Ragam, dan Manfaatnya

Di tengah pandemik, menjaga kebugaran menjadi hal penting. Selain kesehatan jiwa, fisik pun harus tetap dijaga dengan berolahraga. Berlari, jalan rutin, hingga kombinasi gerakan dengan melompat pun bisa dilakukan. Manfaatnya antara lain:

– Meningkatkan daya tahan tubuh

Berlari atau jalan secara rutin membantu memperlancar peredaran darah, menguatkan napas serta otot kaki dan perut.

– Melatih kelenturan dan koordinasi tubuh dan otak

Lemak yang tertimbun tetapi tidak dibakar bisa membahayakan organ tubuh. Dengan pemanasan, light stretching, dan yoga, dijamin tubuh akan lebih bugar dan fokus kita akan terjaga.

– Menurunkan berat badan

Banyak keringat, bakar banyak kalori. Tidak kaget jika berat badan kita akan menurun  sedikit demi sedikit.

– Meningkatkan kualitas tidur

Badan sehat jiwa yang sehat. Berkeringat menjadi cara terbaik untuk  menghilangkan stres.

Atletik bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan biomotorik, misalnya kekuatan, daya tahan, kecepatan, kelenturan, koordinasi, dan sebagainya. Kata atletik berasal dari bahasa Yunani “athlon” yang berarti “kontes”. Atletik merupakan cabang olahraga yang diperlombakan pada olimpiade pertama pada 776 SM. Induk organisasi untuk olahraga atletik di Indonesia adalah Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI).

Sejarah atletik dunia dimulai pada tahun 400 SM yang pada saat itu bangsa Irish telah melakukan gerakan–gerakan olahraga yang mirip dengan atletik pada zaman ini. Pujangga Yunani yang bernama Humeros dalam bukunya menyatakan bahwa kegiatan atletik sudah dilakukan pada tahun 1100 SM. Yang ditandai seperti kegiatan perlombaan kereta kuda, adu tinju, gulat yang pada awalnya dimulai dengan perlombaan lari dan ditutup dengan lomba lempar lembing.