Aguero Akan Tinggalkan ManCity Sebab masalah sama Guardiola

Aguero Akan Tinggalkan ManCity Sebab masalah sama Guardiola

Aguero Akan Tinggalkan ManCity Sebab masalah sama Guardiola – Sergio Leonel “Kun” Agüero del Castillo (lahir di Quilmes, Argentina, 2 Juni 1988; umur 32 tahun) adalah pemain sepak bola berkebangsaan Argentina yang bermain sebagai Striker untuk Manchester City di Liga Primer Inggris dan tim nasional Argentina. Sergio Aguero harus angkat kaki dari Manchester City usai mengabdi selama satu dekade. Namun, ada isu tak sedap menghampiri kepergiannya di akhir musim ini. Ia diisukan pergi karena hubungannya dengan sang manajer Pep Guardiola merenggang.

The Athletic adalah situs web olahraga berbasis langganan yang menyediakan cakupan nasional dan lokal bebas iklan di 47 kota di Amerika Utara serta Inggris Raya. Laporan The Athletic menyebutkan Aguero dan Guardiola sempat bersitegang. Mereka bahkan tak saling bicara sejak Maret 2021. Hal itu tak lepas dari keputusan pelatih asal Spanyol itu tak menawarinya kontrak anyar di Etihad.

Hal itu membuat Aguero merasa tak dihargai setelah berjuang mengangkat prestasi The Citizen dalam 10 tahun terakhir. Ia bersedih lantaran harus angkat kaki, Dilansir dari Daftar Live22 Slot padahal punya keinginan pensiun di klubnya itu.

1. Hubungan keduanya di Manchester City meruncing jelang akhir musim

Kondisi itu semakin memburuk pada akhir musim ini. Sergio Aguero yang sudah mulai pulih lagi kebugarannya, ternyata tetap tak diberi kesempatan yang banyak oleh Pep Guardiola untuk tampil bersama skuat utama ManCity.

Aguero hanya mendapatkan kesempatan masuk skuat tiga kali saja dari tujuh pertandingan terakhir ManCity. Hal itu terjadi setelah ia tak bertegur sapa pascamengumumkan tak lagi bersama klub yang telah diberikan pelbagai gelar itu musim depan.

Keretakan itu yang disinyalir jadi penyebab utama sang pemain memilih pelabuhan karier baru musim depan. Ia bakal mencoba lembaran baru bersama Barcelona dan berusaha bangkit saat bereuni dengan rekan satu negaranya Lionel Messi.

2. Pep Guardiola sangat emosional melepas pemain yang paling berjasa untuk tim

Namun, perseteruan Aguero dan Guardiola tak terlihat saat ManCity bentrok dengan Everton di laga terakhir Liga Inggris. Eks pelatih Barcelona itu bahkan cukup emosional melepas sang pemain di laga terakhirnya bersama ManCity. Ia bahkan harus meneteskan air mata saat menyampaikan salam perpisahan untuk sang pemain.

Guardiola menyebut, Sergio Aguero begitu berjasa dalam perjalanan ManCity berevolusi jadi raksasa Premier League. Ia juga menilai, pemain asal Argentina itu punya jasa yang banyak dalam perjalanan kariernya sebagai manajer di Liga Inggris.

Baginya, Aguero bukan pemain yang bisa digantikan oleh siapa pun, meski manajemen membeli pemain mahal dengan kualitas wahid.

“Kami akan merindukannya. Dia…..,” ujar Pep Guardiola, sambil menahan emosinya selama beberapa detik dilansir Sky Sports. “Dia pribadi yang spesial buat kami. Dia begitu baik, banyak membantu saya. Kami tak bisa menggantikannya. Tidak, tidak bisa.”

3. Sergio Aguero tutup karier di Liga Inggris dengan menciptakan sejarah

Eks penyerang Ateltico Madrid itu meraih catatan gemilang dalam akhir kariernya bersama Manchester City. Dia meninggalkan klub dengan rekor sebagai pemain tersubur untuk satu klub di Premier League.

Pemain berusia 32 tahun itu tampil di laga terakhir ManCity melawan Everton pada Minggu (23/5/2021). Dia masuk di babak kedua menggantikan Riyad Mahrez. Walau diberi menit bermain singkat, dia berhasil menciptakan brace untuk membawa timnya menang dengan skor 5-0.

Brace ke gawang Everton membuat Aguero mengoleksi 184 gol untuk The Citizens selama satu dekade terakhirnya di Premier League. Torehan golnya itu melewati rekor yang sebelumnya dicatatkan Wayne Rooney bersama Manchester United.

Total, dia berhasil menorehkan 260 gol plus 73 assist selama berseragam ManCity di berbagai ajang. Catatan itu juga membuatnya jadi pemain tersubur sepanjang sejarah klub.

Selama berkarier bersama Manchester City, Sergio Aguero juga telah mempersembahkan empat mahkota Premier League, enam titel Piala Liga, serta satu gelar Piala FA pada 2018/19.