Sikap Cuek Marc Marquez yang Mengabaikan Kritikan dan Hinaan

Sikap Cuek Marc Marquez yang Mengabaikan Kritikan dan Hinaan

Sikap Cuek Marc Marquez yang Mengabaikan Kritikan dan Hinaan – Marc Marquez membuat debutnya di kejuaraan pada tanggal 13 April 2008 kelas 125cc, di GP Portugal 2008 pada usia 15 tahun 56 hari. Dia adalah pembalap termuda spanyol yang berhasil merebut posisi pole dan podium di ajang kejuaraan MotoGP.

Meninggalnya sepupu Maverick Vinales, Dean Berta Vinales, dalam ajang World Supersport 300 di Jerez pekan lalu, memberikan imbas buat Marc Marquez.  Dia mendapatkan kritik dari Michel Fabrizio, pembalap World Supersport.

Menurut Fabrizio, banyaknya pembalap muda yang meninggal sepanjang 2021, merupakan andil dari Marquez. Menurutnya, banyak pembalap muda yang mengikuti gaya Marquez. Alhasil, mereka sering mengalami kecelakaan, bahkan ada yang sampai meninggal dunia.

1. Marquez ogah menanggapi kritikan tersebut
Marc Marquez Masa Bodoh dengan Kritik dan HinaanPembalap dari Repsol Honda Marc Marquez melakukan selebrasi setelah berhasil menjuarai MotoGP Jerman 2021, di Sachsenring, Hohenstein-Ernstthal, Jerman Ini merupakan podium pertama bagi Marquez setelah kembali dari cedera patah tulang lengan kanan yang dialaminya pada musim lalu dan posisi kedua dan ketiga ditempati Miguel Oliveira (KTM) dan Fabio Quartararo

Menanggapi kritikan dan tudingan yang dialamatkan kepadanya, Marquez mengaku tidak mau ambil pusing. Menurutnya, hal itu buang-buang waktu. Dia justru aneh, di tengah masa berkabung dunia balap motor ini, masih ada yang bisa berkata seperti itu.

“Ketika saya membaca komentar ini, rasanya aneh. Saya tidak paham ada pembalap yang bisa mengeluarkan kata-kata seperti ini. Apalagi, sekarang dunia balap motor tengah dalam masa-masa penuh kesedihan,” ujar Marquez.

2. Marquez sampaikan belasungkawa buat Vinales
Marc Marquez Masa Bodoh dengan Kritik dan Hinaan

Alih-alih menanggapi itu, Marquez justru mengungkapkan belasungkawanya untuk Vinales. Menurutnya, insiden Dean Berta merupakan pukulan telak bagi keluarga Vinales. Dia pun siap memberikan dukungan untuk Vinales dan keluarganya.

“Ya, saya siap memberikan dukungan untuk keluarga Vinales. Saya tahu, situasi ini berat buat mereka dan sulit untuk menghadapi kepergian anggota keluarga yang cepat seperti ini,” ujar Marquez.

3. Marquez mengajak semua pihak peduli keselamatan pembalap
Marc Marquez Masa Bodoh dengan Kritik dan Hinaan

Berkaca dari insiden Dean Berta dan beberapa pembalap muda lain pada 2021, Marquez mengajak semua pihak untuk lebih peduli pada keselamatan. Otoritas balap motor dunia harus melakukan berbagai cara agar tidak ada lagi nyawa pembalap yang melayang.

“Hal terbaik yang harus kami lakukan sekarang adalah menganalisa dan memahami sebab kecelakaan, lalu menjadikannya rujukan agar sesuatu yang buruk tidak terjadi lagi ke depannya. Risiko memang ada, tetapi kami harus mencari cara untuk mengurangi risiko ini,” tutur The Baby Alien.

Márquez memperoleh podium pertamanya tanggal 22 Juni 2008 di GP Inggris 2008 pada usia 15 tahun 127 hari. Pada 2009, dia adalah pembalap pabrikan KTM dan di GP Prancis 2009, dia memperoleh posisi pole pertamanya pada usia 16 tahun 89 hari. dia juga meraih pole di GP Spanyol 2010 tetapi dia terkena musibah pada lap pertama ketika pipa knalpotnya jatuh dan berada di bawah ban belakang, yang menyebabkan Márquez mengalami kecelakaan berat dan mencederai bahunya.

Kemenangan pertamanya diraih pada tanggal 6 Juni 2010 di GP Italia 2010. Kemenangan selanjutnya terjadi di GP Inggris 2010, GP Belanda 2010 dan GP Catalan 2010 yang menjadikan Márquez sebagai pembalap termuda yang memenangkan empat balapan berturut-turut. Kemenangan kelimanya diraih di GP Jerman 2010 dan menjadi kemenangan Derbi yang ke-100 di kejuaraan MotoGP. Márquez menjadi pembalap pertama sejak Valentino Rossi di 1997 yang memenangkan 5 balapan berturut-turut di balapan 125cc.