Performa Buruk Maverick Vinales yang Gagal di MotoGP Jerman

Performa Buruk Maverick Vinales yang Gagal di MotoGP Jerman

Performa Buruk Maverick Vinales yang Gagal di MotoGP Jerman  – Maverick Viñales Ruiz (lahir di Figueres, Spanyol, 12 Januari 1995; umur 26 tahun) adalah pembalap asal Spanyol. Saat usia 12 tahun ia menjuarai seri 125 cc Catalan Champion untuk pertama kalinya dan mampu dipertahankannya setahun kemudian. Pada tahun 2009 ia menempati posisi runner-up kejuaraan CEV Buckler National 125GP championship dengan hanya defisit empat poin.

Atas pencapaiannya tersebut ia mendapatkan gelar Rookie of the Year. Tahun berikutnya, di 2010 ia mampu memenangi dua kejuaraan sekaligus, CEV Buckler 125GP dan European 125GP championship. Pada tahun 2011 ia melanjutkan kariernya dengan berkompetisi di kejuaraan dunia Grand Prix 125cc. Kemenangannya di sirkuit Le Mans Prancis menjadikannya pembalap ketiga termuda yang mampu memenangi Grand Prix.

Pekan balap MotoGP di Sachsenring, Jerman bukanlah waktu yang baik untuk Maverick Vinales. Pembalap Monster Energy Yamaha itu gagal meraih poin. Lebih buruk lagi, ia menyudahi balapan di Aplikasi Poker77 posisi paling Akhir. Pencapaian ini tentu membuat Vinales kecewa. Bahkan, ia pun berujar bahwa tak ada yang bisa menjawab persoalan terkait buruknya di balapan kali ini.

1. Raih hasil terburuk pada sesi kualifikasi GP Jerman
Tak Ada yang Bisa Jawab Performa Buruk Vinales di GP Jerman 

Sebelumnya, Vinales catatkan hasil kualifikasi terburuk yang pernah diraihnya pada Sabtu (19/6). Vinales harus memulai perjuangan dari sesi kualifikasi pertama usai kombinasi catatan waktu dari FP1 hingga FP3 menempatkannya di posisi ke-13.

Di sesi kualifikasi pertama, Vinales tak mampu berbicara banyak. Ia harus puas menyudahi sesi tersebut di peringkat ke-11. Artinya, pembalap bernomor motor 12 itu start dari urutan kedua dari bawah atau di posisi ke-21.

2. Saat balapan, Vinales kesulitan kejar dua pembalap Avintia
Tak Ada yang Bisa Jawab Performa Buruk Vinales di GP Jerman 

Pada saat balapan, Vinales kesulitan mengejar dua pembalap Avintia, Enea Bastianini dan Luca Marini. Ia juga finis di belakang pembalap Petronas Yamaha SRT Franco Morbidelli.

Alhasil, ia menyudahi balapan di posisi ke-19. Perlu diketahui, ada tiga pembalap yang gagal finis di balapan GP Jerman kali ini antara lain Alex Marquez, Danilo Petrucci, dan Lorenzo Savadori.

3. Lika-liku Vinales selepas menang di GP Qatar
Tak Ada yang Bisa Jawab Performa Buruk Vinales di GP Jerman 

Selepas GP Qatar Vinales masih kesulitan untuk tampil dalam performa terbaik. Posisi finis terbaiknya adalah peringkat kelima pada GP Doha dan GP Catalunya.

Bahkan, ia telah bekerja dengan kepala kru baru yakni Silvano Galbusera. Dahulu, Galbusera pernah bekerja dengan Valentino Rossi.

Sempat mendapat angin segar usai mencatat hasil impresif pada sesi tes resmi di Catalunya, Vinales pada akhirnya tak bisa berbicara banyak saat balapan berlangsung di Sachsenring.

4. Ketiadaan jawaban pada hasil buruk Vinales di GP Jerman
Tak Ada yang Bisa Jawab Performa Buruk Vinales di GP Jerman 

Ketika ditanya tentang hasil buruknya usai balapan GP Jerman, Vinales mengungkapkan bahwa belum ada orang yang bisa menjawab masalah apa yang terjadi dibalik capaian buruk di seri kedelapan MotoGP 2021 ini.

“Aku punya pertanyaan yang sama dengan Anda (reporter), jadi aku tak bisa menjawab sebab tak ada orang yang memberi jawaban kepadaku.

Aku berada di belakang Luca Marini dan Enea Bastianini selama 15 lap. Aku tak bisa melewati mereka, itu tak mungkin dengan memakai motor ini. Ketika aku mendekat ke Morbidelli, aku menyalip dengan cukup baik, hanya dalam percobaan pertama”, kata Vinales dilansir Motorsport.com.

5. Vinales sedih tugasnya kini sebagai ‘pengumpul data’
Tak Ada yang Bisa Jawab Performa Buruk Vinales di GP Jerman 

Meski menelan hasil negatif di Sachsenring, Vinales tak ingin mengubah pendekatannya pada balapan di Assen. Walau begitu, ia cukup sedih mengakui bahwa tugasnya saat ini adalah sebagai ‘pengumpul data motor’.

“Aku tak tahu apa yang akan terjadi, itu sulit untuk dijelaskan. Untuk balapan di Assen, aku akan lakukan hal sama seperti di sini yaitu bekerja dan mencoba mengumpulkan data. Kerjaku saat ini mengumpulkan data. Itu menyedihkan, inilah yang terjadi dan aku tak bisa berbuat banyak. Maaf”, paparnya dilansir Autosport.

Pada tahun 2012, kompetisi World GP 125cc berganti nama menjadi kelas Moto3 dimana motor yang diperlombakan adalah motor bermesin empat langkah. Regulasi terbaru telah melarang kompetisi menggunakan motor bermesin dua langkah. Di musim keduanya ini, Maverick Viñales mengalami performa yang cukup fluktuatif. Meskipun demikian dengan lima kemenangan yang diraihnya ia kembali menutup musim dengan menempati klasemen pembalap di peringkat ketiga.