Perenang Satu Kaki Kebanggan Indonesia yang Menaklukan Asia

Perenang Satu Kaki Kebanggan Indonesia yang Menaklukan Asia

Perenang Satu Kaki Kebanggan Indonesia yang Menaklukan Asia – Manusia sudah berenang gaya bebas sejak zaman kuno. Di dunia Barat, gaya bebas pertama kali dilombakan tahun 1844 di London. Perenang dari suku Indian  dengan mudah mengalahkan perenang dari Inggris. Walaupun demikian, pria Inggris waktu itu menganggap gaya bebas tidak elegan, karena banyak memercikkan air ke sana ke mari. Dalam lomba renang, perenang Inggris tetap mempertahankan gaya dada.

Pada 1905, setelah bertemu dengan perenang Australia Barney Kieran yang mengadakan tur di Inggris pada 1905, perenang gaya trudgen asal Amerika Serikat Charles Daniels memutuskan untuk menguasai gaya krol Australia yang dipelajarinya dari Kieran. Gaya krol Australia diubah sedikit oleh Daniels menjadi gaya bebas seperti dikenal orang sekarang.

Pada ajang Asian Paragames, para atlet difabel Indonesia akan berkontribusi Deposit Fafaslot Via Pulsa berlomba harumkan nama bangsa. Salah satunya adalah Jendi Panggabean. Ia akan bertanding pada cabang olahraga renang. Jendi diunggulkan karena ia meraih 3 medali emas,  perak dan 1 perunggu pada ajang paragames Singapore 2015.

1. Lebih dari 10 tahun kehilangan kaki kiri
Perenang Satu Kaki Asal Indonesia Ini Taklukan Asia

Saat usianya masih belia, persisnya pada umur 12 tahun, Jendi kehilangan kaki kirinya. Namun Jendi tak menyerah.

Sebaliknya, ia justru bangkit dengan mendalami olahraga renang. Kecintaannya pada olahraga air tersebut dibuktikan Jendi dengan deretan prestasi.

2. Taklukan Asia dengan satu kaki
Perenang Satu Kaki Asal Indonesia Ini Taklukan Asia

Karier Jendi dimulai sejak tahun 2012. Kala itu, Jendi mengikuti Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XIV Riau 2012. Jendi peroleh 2 emas,  1 perak dan 1 perunggu.

Pada ajang Paragames di Myanmar tahun 2013 silam, Jendi memperoleh 2 emas dan 1 perak serta memecahkan rekor 50m gaya punggung.

Dalam Peparnas XV di Bandung, Jawa Barat pada 2016 silam, Jendi kembali torehkan prestasi. Ia meraih 3 medali emas di nomor 200m gaya bebas, 100m gaya punggung dan 200m gaya ganti.

3. Tidak cepat berpuas diri
Perenang Satu Kaki Asal Indonesia Ini Taklukan Asia

Bermula saat kecelakaan, Jendi sempat hanya bisa merenungi nasibnya hidup dengan satu kaki. Namun akhirnya Jendi bangkit dan menapaki kariernya sebagai atlet.

Memenangkan berbagai kejuaraan, Jendi terus berlatih. Jendi tak berpuas diri dengan prestasi yang ia sudah miliki bahkan terus berjuang untuk terus kibarkan merah putih di tiang tertinggi.

Satu di antara sifat alami dari manusia adalah tidak pernah puas dengan apa yang sudah didapatkan. Kata-kata bijak jangan cepat puas diri bisa menjadi bahan perenungan agar kita semakin bijak memandang kehidupan ini. Kata-kata bijak jangan cepat puas diri ini juga menjadi nasihat untuk diri kita agar tetap rendah hati karena sifat cepat puas diri menjadikan kita terlena.

Bagi kamu yang mudah berpuas diri, ada baiknya mengubah pemikiranm. Cepat berpuas diri membuatmu susah berkembang. Cepat puas pada suatu pencapaian akan membuat kamu enggan bergerak menuju sesuatu yang lebih. Kamu jadi malas mencoba hal lain karena merasa apa yang kamu raih saat ini sudah lebih dari cukup.

Padahal, setiap hari kita harus terus berinovasi dan melakukan sesuatu yang baru secara terus-menerus. Kamu masih bisa menggali lagi potensi dalam diri agar jauh lebih berkembang. Naikkan sedikit standar kepuasanmu. Cepat berpuas diri juga tidak bagus untuk jangka panjang.