Inilah Olahraga yang Cocok Dilakukan Setelah Persalinan

Inilah Olahraga yang Cocok Dilakukan Setelah Persalinan

Inilah Olahraga yang Cocok Dilakukan Setelah Persalinan – Persalinan Normal adalah proses persalinan yang melalui kejadian secara alami dengan adanya kontraksi rahim ibu dan dilalui dengan pembukaan untuk mengeluarkan bayi. Olahraga memang aktivitas yang bermanfaat untuk semua orang, demi mendapatkan tubuh yang sehat dan kuat.

Dari Pengertian diatas Persalinan adalah proses alamiah dimana terjadi dilatasi servik, lahirnya bayi dan plasenta dari rahim ibu. Sama halnya ketika kamu usai melahirkan secara normal, mungkin membutuhkan olahraga untuk mengembalikan tubuh menjadi lebih bugar dan mempercepat pemulihan.

Olahraga memang sudah dapat dilakukan pada minggu pertama atau kedua setelah proses persalinan normal. Namun, kamu harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, apakah kondisi mama sudah memungkinkan untuk berolahraga. Kali ini, apk idn poker akan memberikan rekomendasi olahraga setelah persalinan normal untuk mempercepat pemulihan, yang dapat kamu coba di rumah. Simak yuk!

1. Jalan kaki santai supaya lebih bugar
1. Jalan kaki santai supaya lebih bugar

Olahraga yang satu ini memang paling mudah untuk dilakukan oleh kamu. Jalan-jalan santai di sore hari ataupun pagi hari membantu untuk mengembalikan kebugaran tubuh setelah melahirkan.

Dimulai dari jalan santai kemudian mempercepat sedikit jalannya, selain itu agar tidak bosan hanya jalan-jalan biasa, kamu mungkin bisa berjalan kaki mundur atau jalan dengan pola zig-zag untuk melatih respons otot.

2. Pelvic Tilt untuk mengurangi lemak perut
2. Pelvic Tilt mengurangi lemak perut

Pelvic tilt adalah olahraga yang cukup ringan dan aman, namun efektif untuk membantu mengurangi lemak di perut setelah melahirkan.

Untuk melakukan ini, caranya kamu dapat berbaring telentang di atas matras dengan lutut ditekuk pada sudut 90 derajat dan telapak kaki menempel di lantai. Kemudian, miringkan pinggul ke arah tubuh bagian atas dan mengangkat bokong perlahan.

Setelah itu, mencoba tutup celah antara lekukan punggung bawah dan lantai. Tahan posisi ini selama 10 detik, lalu lepaskan. Ulangi 10 kali. kamu dapat melakukan ini dengan rutin.

3. Senam kegel membantu mengencangkan otot kemaluan
3. Senam kegel membantu mengencangkan otot kemaluan

Kamu juga dapat melakukan senam kegel untuk membantu mengencangkan otot kemaluan. Tidak hanya itu, olahraga yang satu ini juga mengurangi risiko inkontinensia urine yang membuat mudah buang air kecil setelah melahirkan. Untuk melakukan senam ini, gerakannya seperti sedang menahan buang air kecil.

Ketika sedang buang air kecil, coba untuk menahan otot kemaluan, kemudian keluarkan kembali urine tersebut setelah kamu mengetahui, merasakan, dan mengendalikan otot tersebut.

Namun, jika tidak sedang buang air kecil, dapa melakukan latihan dengan menahan, dan melepaskan otot kemaluan. Kamu dapat melakukan tiga kali dalam sehari dengan 10 kali pengulangan.

4. Latihan otot perut guna merelaksasi otot perut
4. Latihan otot perut guna merelaksasi otot perut

Untuk membantu merelaksasikan otot perut, kamu dapat mencoba latihan ini. Selain merelaksasikan, latihan ini juga dapat menguatkan dan mengencangkan otot perut.

Untuk melakukannya, kamu hanya perlu duduk dengan tegak kemudian menarik napas panjang. Kemudian kontraksikan dan tahan perut ketika menarik napas, lalu keluarkan udara yang dihirup secara perlahan.

Kamu dapat mencoba ini secara rutin agar otot perut lebih rileks nantinya.

5. Squat sambil menggendong si Kecil
5. Squat sambil menggendong si Kecil

Olahraga ini memang cukup unik ya. Namun pasti akan lebih menyenangkan, seolah-olah olahraga bersama dengan anak. Atau mungkin si Kecil masih cukup rewel dan tidak bisa lepas dari kamu, nah olahraga ini cocok banget lho!

Pertama, kamu gendong si Kecil kemudian tempelkan bayi ke bagian dada. Perlu diperhatikan ketika menggendong jangan sampai kepalanya terangkat karena masih terlalu sensitif.

Setelah itu, kamu buka kedua kaki selebar bahu dan tekuk lutut hingga paha sejajar dengan lantai. Arahkan bagian bokong ke belakang seperti posisi akan duduk sampai punggung membentuk posisi sudut 45 derajat.

Kamu dapat melakukannya jika usia bayi minimal sudah 10 sampai 12 minggu dan selalu jaga keseimbangan agar tidak berakibat fatal.