Ini Cedera yang Banyak Kamu Alami di Olahraga Bulu Tangkis

Ini Cedera yang Banyak Kamu Alami di Olahraga Bulu Tangkis

Ini Cedera yang Banyak Kamu Alami di Olahraga Bulu Tangkis – Bulu tangkis adalah suatu olahraga yang menggunakan alat yang berbentuk bulat dengan memiliki rongga rongga di bagian pemukulnya. Dan memiliki gagang.

Alat ini dikenal dengan nama raket yang dimainkan oleh dua orang atau dua pasangan yang saling berlawanan. Badminton atau bulu tangkis adalah olahraga yang disukai banyak orang.

Olahraga ini menggabungkan kelincahan, kecepatan, kekuatan, fleksibilitas, kemampuan atletik, dan daya tahan otot yang tinggi. Pemain bulu tangkis harus bisa bergerak ke segala arah Club388 Indonesia dengan cepat. Jika tidak, cedera mungkin akan terjadi. Nah, cedera apa yang paling umum pada jenis olahraga ini?

1. Sakit punggung
7 Cedera Paling Umum pada Olahraga Bulu Tangkis, Cek di Sini!

Sakit punggung sangat biasa ditemui pada atlet dan populasi umum. Melansir dari Fit to Play, sekitar 85 persen orang akan mengalami sakit punggung setidaknya pada satu titik di hidupnya.

Mengutip MyPhysio, posisi yang tidak efisien untuk melakukan smash yang diakibatkan gerakan kaki yang buruk akan meningkatkan risiko nyeri punggung bawah. Untuk mengurangi risiko ini, pemain bulu tangkis harus memiliki kestabilan pergelangan kaki dan pinggul yang baik.

2. Sindrom nyeri patellofemoral
7 Cedera Paling Umum pada Olahraga Bulu Tangkis, Cek di Sini!

Seperti yang sudah diketahui, badminton memerlukan banyak pola gerakan termasuk berputar, melompat, lunge, dan lainnya. Melansir dari MyPhysio, sebagian besar masalah lutut terjadi akibat kelelahan yang menyebabkan gerak kaki buruk.

Ternyata, peningkatan torsi (pemutaran, pilinan, atau puntiran) pada lutut seiring menurunnya stabilitas lutut bisa meningkatkan tekanan pembebanan pada sendi lutut. Untuk mencegahnya, gunakan penyangga atau penahan lutut (knee brace) untuk menopang otot yang kelelahan saat bermain bulu tangkis.

Di sisi lain, melansir Fit to Play, penyangga lutut dan plester memang bisa mengurangi gejala, tetapi kadang hanya untuk sementara. Dianjurkan untuk konsultasi dengan fisioterapis untuk menangani kondisi ini.

3. Keseleo pergelangan kaki
7 Cedera Paling Umum pada Olahraga Bulu Tangkis, Cek di Sini!

Keseleo pergelangan kaki tidak hanya umum di olahraga sepak bola, basket, dan voli, tetapi juga bulu tangkis. Cedera ini sering terjadi saat berhenti, berbalik, melompat, atau mendarat. Misalnya, saat mendarat dengan canggung di tanah.

Kaki yang berputar ke dalam atau ke luar bisa menyebabkan ligamen di pergelangan kaki robek sebagian atau seluruhnya. Umumnya, nyeri terlokalisasi di ligamen yang cedera dan terkadang mengalami pembengkakan.

Apa yang harus dilakukan? Selama 24-48 jam setelah cedera, fokuskan untuk menghilangkan rasa sakit dan membatasi pembengkakan. Ini bisa dilakukan dengan kompres es selama 10 menit sebanyak 2-3 kali setelah keseleo.

4. Thrower’s elbow
7 Cedera Paling Umum pada Olahraga Bulu Tangkis, Cek di Sini!

Thrower’s elbow atau thrower’s shoulder atau cedera siku pada atlet pelempar sering terjadi pada atlet dalam olahraga yang melibatkan banyak gerakan sendi bahu. Misalnya, lempar lembing, tolak peluru, berenang, termasuk bulu tangkis.

Mengutip dari Fit to Play, ketika seorang atlet mengembangkan cedera thrower’s shoulder, maka beban di pundaknya akan melebihi kapasitas beban. Akibatnya, kondisi ini bisa menurunkan stabilitas sendi bahu dan menyebabkan cedera pada rotator cuff (jaringan dari empat otot dan beberapa tendon yang membungkus sekeliling tulang lengan bagian atas).

Jika mengalami kondisi ini, maka orang tersebut harus mendapatkan program rehabilitasi jangka panjang yang ditargetkan. Program ini membutuhkan waktu setidaknya 12 minggu dan memerlukan fisioterapis berpengalaman untuk menanganinya.

5. Plantar fasciitis
7 Cedera Paling Umum pada Olahraga Bulu Tangkis, Cek di Sini!

Selanjutnya adalah plantar fasciitis, yakni penggunaan plantar fascia yang berlebihan. Plantar fascia ialah pita jaringan (ligamen) yang menopang lengkungan kaki dan fungsinya sebagai peredam kejut.

Namun, seiring berjalannya waktu, kemampuan peredam kejutnya semakin berkurang. Kondisi ini sering memengaruhi pelari, tetapi cabang olahraga lain seperti bulu tangkis juga bisa terkena.

Nyeri berkembang secara bertahap dan terlokalisasi di bawah tumit serta di sepanjang lengkungan kaki, karena area ini sangat sensitif terhadap tekanan. Untuk sementara waktu, aktivitas yang memicu nyeri harus ditunda hingga gejala mereda.

Untuk jangka pendek, disarankan untuk melakukan peregangan otot betis dan plantar fascia, memberi kompres es, serta mengonsumsi obat penghilang rasa sakit. Selain itu, pastikan untuk berolahraga dengan sepatu yang pas dan nyaman agar tidak cedera!

6. Jumper’s knee
7 Cedera Paling Umum pada Olahraga Bulu Tangkis, Cek di Sini!

Seperti yang bisa ditebak, jumper’s knee adalah cedera yang dialami atlet dalam olahraga yang banyak melibatkan lompatan. Tak hanya dialami oleh atlet voli dan basket, atlet bulu tangkis juga bisa mengalaminya.

Jumper’s knee diakibatkan oleh penggunaan lutut berlebihan dari waktu ke waktu. Nyeri diakibatkan oleh beban berat pada tendon, misalnya dengan melompat atau mengubah arah dengan cepat.

Sekitar 80-95 persen nyeri terletak tepat di bawah tempurung lutut. Cedera ini ditandai dengan rasa sakit yang meningkat perlahan dan kadang muncul tiba-tiba.

7. Ruptur tendon Achilles
7 Cedera Paling Umum pada Olahraga Bulu Tangkis, Cek di Sini!

Tendon Achilles merupakan tendon paling tebal dan terkuat di tubuh manusia. Tendon ini menjadi sasaran beban yang sangat berat selama berlari dan melompat.

Cedera biasa terjadi pada olahraga yang melibatkan banyak lompatan serta perubahan arah yang cepat, seperti tenis, bulu tangkis, sepak bola, dan squash. Selain itu, cedera ini juga umum dialami oleh pelari dan pelompat atletik.

Siapa yang paling rentan terkena cedera ini? Laki-laki 10 kali lebih berisiko daripada perempuan dan umum dialami orang yang berusia 30-40 tahun. Gejala yang bisa dikenali adalah nyeri dan bengkak, lalu menjadi lemas dan tidak bisa berjalan jinjit.

Pilihan pengobatan paling umum untuk atlet adalah pembedahan. Setelahnya, langkah rehabilitasi dilakukan dengan memakai penyangga (ortosis). Lalu, meningkatkan pelatihan dengan berkonsultasi pada fisioterapis.