Deretan Para Saingan Kuat Valentino Rossi Selama di MotoGP

Deretan Para Saingan Kuat Valentino Rossi Selama di MotoGP

Deretan Para Saingan Kuat Valentino Rossi Selama di MotoGP – Valentino Rossi adalah seorang pembalap pada kejuaraan Grand Prix motor dunia setelah era Michael Doohan, dengan gelar juara dunia pada empat kelas yang berbeda yang diraihnya dalam waktu tujuh tahun berkarier. Karier Valentino Rossi penuh dengan momen yang tak terlupakan.

Apalagi sejak pembalap yang kini berusia 42 tahun ini memulai kariernya di kelas 500cc. Perhatian penggemar balap tak akan lepas darinya. Rossi yang memutuskan gantung helm pada akhir musim 2021 memang pernah membalap pada berbagai era. Berkarier selama 26 tahun di MotoGP membawanya kepada pertarungan-pertarungan sengit.

Sebut saja pertarungan dengan Max Biaggi, Sete Gibernau, Casey Stoner, Jorge Lorenzo, dan Marc Marquez. Mereka adalah pembalap top MotoGP dalam 20 tahun terakhir. Bagaimana kisah Rossi dan rival-rivalnya pada perburuan gelar juara dunia?

1. Marc Marquez
6 Rival Tangguh Valentino Rossi selama Berkarier di MotoGP

Setiap era akan melahirkan legendanya sendiri. Jika Valentino Rossi adalah raja MotoGP dekade 2000-an, maka Marc Marquez adalah raja MotoGP dekade 2010-an.

Rossi yang senior harus berhadapan dengan talenta-talenta muda. Salah satunya Marc Marquez. Pembalap Spanyol yang sebenarnya mengidolakan Rossi ini menjadi rival The Doctor untuk meraih gelar juara dunia terbanyak.

Tahun 2015 adalah musim balap di mana rivalitas antara Rossi dan Marquez memanas hingga derajat tertinggi. Setelah mengantongi gelar juara dunia MotoGP sebanyak empat kali, 2015 sebenarnya bukan musim yang baik untuk Marquez. Ia tidak masuk dalam kandidat untuk menjuarai gelar musim itu. Persaingan juara dunia justru diperebutkan oleh Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo.

Rivalitas puncak antara Rossi dan Marquez mencapai titik didih pada dua seri balap akhir. Saat balapan di Sirkuit Sepang, Malaysia, terjadi insiden yang akan menandai rivalitas panas antara Rossi dan Marquez.

Pada balapan itu, Rossi sedang memperebutkan posisi podium ketiga dengan Marquez. Banyak versi tentang insiden itu. Namun, balapan itu berakhir dengan jatuhnya Marquez di lintasan. Akibatnya, Rossi dihukum start dari posisi akhir pada balapan di Valencia. Inilah balapan yang membuat Rossi kehilangan kesempatan mengumpulkan juara dunia ke-10.

Ada sebuah wawancara dengan media Italia yang dikutip dari The Race. Saat ditanya tentang kondisi cedera Marquez sepanjang 2020, Rossi berkomentar tentang rivalitas antara mereka.

“Jika dia (Marquez) pulih sepenuhnya, dia akan kembali sekuat biasanya. Namun, Marquez bukanlah rival terkuat yang pernah saya hadapi,” kata Valentino Rossi.

2. Jorge Lorenzo
6 Rival Tangguh Valentino Rossi selama Berkarier di MotoGP

Teman satu tim dalam MotoGP bisa jadi istilah yang ambigu. Memang satu tim, tetapi dengan motor dan materi yang sama, teman satu tim adalah rival pertama yang harus dikalahkan untuk membuktikan siapa pembalap nomor satu.

Rivalitas antara Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi contohnya. Persaingan antara mereka sebenarnya sudah terjadi sejak 2007, saat Lorenzo pertama kali bergabung dengan tim Yamaha. Ini kemudian memanas pada 2008, saat terjadi pemisahan penggunaan ban antara Rossi (Bridgestone) dan Lorenzo (Michelin). Kondisi ini merembet pada pemisahan boks antara Rossi dan Lorenzo di garasi Yamaha.

Pertarungan paling melegenda antara keduanya terjadi pada 2009 di GP Catalunya, momen saat Rossi menyalip Lorenzo di tikungan akhir untuk merebut gelar juara. Pada akhir musim, Rossi berhasil merebut gelar juara dunia ke-9.

Saat Rossi dan Lorenzo dalam satu tim, keduanya imbang dalam jumlah gelar juara dunia. Rossi menjadi juara dunia pada 2008 dan 2009, sementara Lorenzo juara dunia 2010 dan 2015.

Sepanjang karirnya, Lorenzo mengumpulkan lima gelar juara dunia, tiga di antaranya di kelas MotoGP. Pembalap Spanyol ini pensiun pada 2019.

3. Casey Stoner
6 Rival Tangguh Valentino Rossi selama Berkarier di MotoGP

Setelah gelar juara dunia dicuri Nicky Hayden pada 2006, musim balap 2007 seharusnya menjadi tahun bagi Valentino Rossi kembali merebut gelar juara tersebut. Namun, sayang, Casey Stoner yang berpasangan dengan Ducati merusak rencana manis itu.

Stoner menjadi pembalap yang mendominasi MotoGP 2007. Dari 18 balapan, Stoner merebut 10 kemenangan dan hanya menyisakan 4 kemenangan untuk Rossi. The Doctor pun harus kembali merelakan gelar juara dunia.

Pertarungan ikonik dengan Casey Stoner terjadi pada tahun berikutnya. Pada 2008, Rossi masih berambisi merebut gelar juara dunia ke-8. Dengan kombinasi motor Yamaha dan ban Bridgestone, Rossi memulai balap musim itu dengan optimis.

Duel paling sengit dan melegenda antara Stoner dan Rossi terjadi pada seri balapan ke-11 di GP Amerika, Sirkuit Laguna Seca. Dari awal, Rossi dan Stoner bersaing memimpin jalannya balapan. Momen paling ikonik dalam duel itu terjadi saat Rossi menyalip Stoner di tikungan Corkscrew untuk memenangi balapan.

Balapan musim 2008 dan rivalitas antara Rossi dan Stoner memang seru. Musim itu, Rossi merebut gelar juara dunia dengan 9 kemenangan, sementara Stoner runner-up dengan 6 kemenangan. Casey Stoner pensiun pada 2012 setelah mengantongi dua gelar juara dunia MotoGP.

“Saya mendapatkan banyak pertarungan yang menyenangkan dengan Casey. Dia adalah salah satu talenta terbaik dari periode terakhir MotoGP,” ujar Rossi kepada BT Sport.

4. Sete Gibernau
6 Rival Tangguh Valentino Rossi selama Berkarier di MotoGP

Sete Gibernau adalah pembalap Spanyol pertama yang menjadi rival tangguh bagi Valentino Rossi. Pada era awal MotoGP, Gibernau adalah pembalap yang sulit ditaklukkan. Jangan lupa, era itu Rossi masih dalam puncak terhebatnya.

Saat Rossi pindah ke Yamaha pada 2004, Gibernau mewarisi motor RC211V di tim pabrikan Honda. Keduanya menjadi rival sengit untuk memperebutkan gelar juara dunia tahun itu.

Rivalitas panas antara keduanya dimulai pada GP Qatar. Sebelumnya, pada balapan di Sirkuit Estoril, GP Portugal, Rossi dan timnya dituduh melakukan kecurangan. Malam sebelum balapan, tim Yamaha sempat membersihkan pasir dari aspal starting grid yang akan jadi tempat Rossi memulai balapan. Ini dilakukan agar Rossi bisa memulai awal balapan dengan maksimal.

Hal itu tidak diperbolehkan. Pada balapan di GP Qatar, Race Director menghukum Rossi start dari grid paling belakang. Rossi tidak bisa finis pada seri itu, sementara Gibernau menang.

Akibat kejadian ini, keduanya mulai bermusuhan. Rossi menduga bahwa kejadian di Qatar akibat laporan dari Gibernau. Rossi lalu bersumpah bahwa Gibernau tidak akan pernah memenangi balapan lagi. Ramalan atau kutukan ini menjadi kenyataan.

Ada satu lagi pertarungan paling bersejarah antara keduanya, yang terjadi pada 2005. Saat itu di GP Spanyol, balapan pertama musim itu, mereka berdua bertarung untuk memperebutkan kemenangan. Sampai di tikungan terakhir, Rossi bertabrakan dengan Gibernau. Akibatnya, Gibernau terdorong ke luar lintasan dan hampir terjatuh, sementara Rossi meraih kemenangan.

Sete Gibernau pensiun dari MotoGP pada akhir musim 2006. Ia sempat kembali pada 2009 hanya untuk membalap di enam balapan. Terakhir, Gibernau sempat menjajal balap MotoE pada 2019.

5. Max Biaggi
6 Rival Tangguh Valentino Rossi selama Berkarier di MotoGP

Rivalitas antara Valentino Rossi dan Max Biaggi terjadi sebelum keduanya membalap di lintasan yang sama. Saat masih di kelas 125cc, Rossi pernah merayakan salah satu kemenangannya dengan selebrasi yang unik. Ia membawa boneka sebagai bentuk sindiran kepada Biaggi. Saat itu, Biaggi diisukan menjalin hubungan dengan salah satu bintang Hollywood.

Banyak kisah heboh lain antara dua pembalap Italia ini, terutama sejak mereka berkompetisi di ajang kelas tertinggi. Ada peristiwa saat Biaggi diduga menyikut Rossi sampai ke luar lintasan pada balapan di GP Jepang 2001. Pada lap berikutnya, Rossi berhasil melewati Biaggi. Sebagai bentuk kekesalan, Rossi memberikan jari tengah pada Biaggi.

Keduanya bahkan pernah saling adu pukul. Ini terjadi pada seri keenam tahun itu di GP Spanyol. Rossi berhasil memenangi balapan, sementara Biaggi posisi kedua. Saat menaiki tangga menuju podium, terjadi adu mulut antara keduanya hingga berujung adu pukul. Pada konferensi pers, saat seorang jurnalis bertanya tentang kenapa ada darah di mukanya, Biaggi hanya menjawab, “Pasti disebabkan oleh gigitan nyamuk.”

Biaggi tak pernah bisa mengalahkan Rossi dalam perebutan gelar juara dunia. Max Biaggi pensiun pada 2005. Ia 3 kali runner-up di kelas MotoGP dan 4 kali juara dunia di kelas 250cc.

6. Paolo Tessari
6 Rival Tangguh Valentino Rossi selama Berkarier di MotoGP

Lima nama yang disebut sebelumnya adalah rival Valentino Rossi di kelas MotoGP. Mereka memang rival-rival tangguh. Namun, menurut Graziano Rossi, ayah dari The Doctor, rival tertangguh anaknya bukanlah mereka, melainkan seorang pembalap muda yang berasal dari Monza, Italia, bernama Paolo Tessari.

Paolo Tessari bukanlah seorang juara dunia. Dalam ajang MotoGP, Tessari bahkan hanya membalap 9 kali di kelas 500cc dan 17 kali di kelas 125cc.

Meski begitu, Tessari adalah kunci bagi Rossi dalam duel-duel masa remajanya. Kisah Tessari dan Rossi jauh kembali ke 1993 dan 1994 saat mereka masih berkompetisi di Kejuaraan Italia. Saat itu, Rossi berusia 15 tahun dan Tessari 20 tahun.

Duel antara keduanya terjadi pada balapan akhir di kejuaraan tersebut. Tessari sebenarnya sangat dekat dengan kemenangan, bahkan saat itu ia sudah menyiapkan baju yang bertuliskan “Tex, Juara Italia”. Namun, Rossi bisa mengalahkannya.

Kemenangan Rossi terhadap Tessari inilah yang menjadi cikal bakal dari kepercayaan diri Rossi ketika menapaki laga-laga di kejuaraan dunia berikutnya. Berkat kemenangan ini, Rossi bisa berlaga di Grand Prix kelas 125cc pada 1996. Paolo Tessari, yang oleh Rossi dipanggil Tex, sesungguhnya adalah teman baik Rossi, bahkan hingga saat ini.

Itulah enam pembalap yang menjadi rival-rival tangguh bagi Valentino Rossi. Tiap duel yang mereka lakoni menjadi momen yang tak terlupakan. Beberapa momen tersebut, bahkan menjadi legenda dalam sejarah MotoGP.

Menurut majalah olahraga terbitan Amerika, Sports Ilustrated, Rossi adalah salah satu olahragawan bergaji terbesar di dunia, ia diperkirakan digaji $34 juta pada tahun 2007. Putra dari mantan pembalap GP 250 cc, Graziano Rossi, dan Stefania Palma ini memegang banyak rekor dan prestasi yang diraihnya melampaui banyak seniornya.

Total pembalap eksentrik ini membukukan 9 gelar juara dunia, sekali pada kelas 125cc pada tahun 1997, sekali pada kelas 250cc (1999), dan tujuh kali juara dunia pada kelas puncak 500cc/MotoGP (2001, 2002, 2003, 2004, 2005, 2008, dan 2009).

Setelah ayahnya, Graziano Rossi, Rossi memulai balapan pada Grand Prix pada tahun 1996 untuk Aprilia pada kelas 125 cc dan memenangkan kejuaraan dunia pertamanya tahun berikutnya. Dari sana, ia pindah ke kelas 250cc di tim Aprilia dan memenangkan Kejuaraan Dunia 250cc pada tahun 1999.