David de Gea Menjadi Sorotan Warga Sebab Gagal di Europa

David de Gea Menjadi Sorotan Warga Sebab Gagal di Europa

David de Gea Menjadi Sorotan Warga Sebab Gagal di Europa – David de Gea Quintana (lahir 7 November 1990; umur 30 tahun) adalah seorang pemain sepak bola Spanyol yang berposisi sebagai kiper utama di klub Manchester United. Nama David de Gea menjadi sorotan usai Manchester United gagal meraih gelar juara Liag Europa 2020/21. Sebab ia dianggap sebagai biang kerok kekalahan Setan Merah di tangah Villarreal dalam babak final yang digelar di Polsat Plus Arena Gdansk, Kamis (27/5/2021) dini hari.

Liga Eropa UEFA (bahasa Inggris: UEFA Europa League) sebelumnya dikenal dengan nama Piala UEFA adalah sebuah kompetisi sepak bola tahunan yang diselenggarakan oleh UEFA sejak tahun 1971 untuk klub-klub sepak bola Eropa yang memenuhi kriteria keikutsertaan. Ia mengubur mimpi United meraih trofi musim ini. Tampil cukup baik selama 120 menit, Dilansir dari Daftar Live22 Slot De Gea malah gagal menjalankan tugas sebagai eksekutor tendangan penalti saat menjadi penendang ke-11 timnya. Sepakannya bisa dihentikan kiper Villarreal, Geronimo Rulli dalam laga tersebut.

1. Selalu gagal menahan tendangan penalti sejak 2016

Jika David de Gea bisa menepis salah satu sepakan pemain Villarreal, ia tak akan pernah melakukan tendangan yang membuat MU gagal meraih trofi Liga Europa. Hanya saja, kans itu memang sangat sulit dilakukan.

Kiper Timnas Spanyol itu tak punya riwayat yang baik dalam menghalau penalti. terbukti, sejak lima tahun lalu ia belum pernah sekalipun menggagalkan tendangan penalti yang dilakukan lawannya. Catatan yang kurang baik bagi seorang kiper sekelas De Gea.

Dinukil laporan Whoscored, De Gea selalu kebobolan sejak 2016 jika dihadapkan dengan tendangan 12 pas. Tak ada sekalipun yang bisa dimentahkan dari 36 percobaan lawan yang dilakukan melalui eksekusi penalti.

2. David de Gea sangat terpukul dan merasa bersalah

Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, menyebut De Gea begitu terpukul karena kekalahan ini. Wajahnya menyiratkan kekecewaan yang besar lantaran merasa jadi orang yang bertanggung jawab atas kegagalan MU meraih prestasi satu-satunya musim ini.

Hanya saja, Solskjaer merasa jika hal itu tak bisa disalahkan sepenuhnya kepada De Gea. Terlebih, apa yang sudah dilakukannya untuk klub sepanjang kariernya di Old Trafford sangat besar.

“Tentu saja dia sangat kecewa sama halnya dengan kami semua, tapi itulah sepak bola. Terkadang Anda jadi pahlawan, terkadang Anda gagal. Saya yakin dia akan melewati ini semua,” kata pelatih asal Norwegia itu dikutip laman resmi klub.

3. Ole Gunnar Solskjaer sebut Manchester United semakin dekat dengan gelar

Solskjaer pun menyebut, dalam sepak sepak bola segala kemungkinan bisa terjadi, termasuk saat laga hanya ditentukan satu tendangan saja. Menurut dia, hal itu jadi pelajaran penting bagi timnya. Hal itu tak boleh terulang lagi bagi MU.

Ia pun menyebut jika kegagalan MU ini menandakan jika tim belum melakukan semua pekerjaannya dengan benar. Namun, ia mengaku jika timnya terus melangkah lebih dekat dan semakin berpeluang mendapatkan trofi bergengsi lain di masa yang akan datang.

“Kami hanya berjarak satu tendangan saja dengan trofi dan malam indah. Itu akan segera bisa diwujudkan segera oleh tim,” ujar dia.