Berikut Manfaat Balet Untuk Kesehatan Menurut Samir Becic

Berikut Manfaat Balet Untuk Kesehatan Menurut Samir Becic

Berikut Manfaat Balet Untuk Kesehatan Menurut Samir Becic – Balet adalah nama dari salah satu teknik tarian. Karya tari yang dikoreografi menggunakan teknik ini dinamakan balet, dan meliputi: tarian itu sendiri, mime, akting, dan musik (baik musik orkestra ataupun nyanyian). Balet dapat ditampilkan sendiri atau sebagai bagian dari sebuah opera.

Balet terkenal dengan teknik virtuosonya seperti pointe work, grand pas de deux, dan mengangkat kaki tinggi-tinggi. Teknik balet banyak yang mirip dengan teknik anggar, barangkali karena keduanya mulai berkembang dalam periode yang sama, dan juga karena keduanya membutuhkan teknik keseimbangan dan pergerakan yang mirip. Hampir semua orang mengenal balet, tarian indah yang dibawakan secara anggun dan gemulai ini memiliki banyak penggemar dari segala usia.

Tapi lebih dari sekadar kesenian yang indah, balet memiliki manfaat yang luar biasa bagi tubuh, mulai dari memperbaiki penampilan hingga menjaga kesehatan. Selain itu, balet bisa dilakukan oleh siapa saja baik laki-laki maupun perempuan dari segala usia. Sehingga, sangat pas dijadikan olahraga rutin.

1. Memperbaiki postur tubuh
5 Manfaat Balet untuk Kesehatan, Gak Cuma Bikin Tubuh Indah!​​​​​​​

Balet membantu kamu mendapatkan postur yang ideal. Setiap gerakan membutuhkan perhatian tentang bagaimana kamu harus membawa diri dari satu posisi ke posisi lain. Beberapa gerakan khas balet, seperti Port de Bras dan High Swan Arms bermanfaat dalam memperbaiki postur tubuh yang bungkuk dengan menarik bahu ke belakang dan membuat leher lebih jenjang.

2. Mempertajam fungsi kognitif
5 Manfaat Balet untuk Kesehatan, Gak Cuma Bikin Tubuh Indah!​​​​​​​

Sejatinya, balet adalah kombinasi dari pilates dan latihan ketahanan. Saat berlatih balet, balerina memerlukan koordinasi nafas sepanjang tarian. Melakukan gerakan yang cukup rumit, seperti lompatan dan putaran menggunakan bobot tubuh sendiri dapat memperkuat core dan tubuh bagian bawah. Saat kamu terus berlatih secara konsisten, hal ini akan mempertahankan integritas gerakan dan keterampilan motorik.

3. Menjaga kesehatan mental
5 Manfaat Balet untuk Kesehatan, Gak Cuma Bikin Tubuh Indah!​​​​​​​

Serupa dengan belajar olahraga baru, menjadi mahir dalam balet membuat otak tertantang untuk menyinkronkan gerakan tubuh dengan apa yang diharapkan. Sebuah meta-analisis menunjukkan bahwa balet dan tarian lainnya adalah cara yang tepat untuk mencegah gangguan mental yang berkaitan dengan usia seperti demensia.

4. Membakar banyak kalori
5 Manfaat Balet untuk Kesehatan, Gak Cuma Bikin Tubuh Indah!​​​​​​​

Sama seperti aktivitas fisik pada umumnya yang mampu membakar kalori, balet juga demikian. Walaupun kelihatannya gerakan dalam balet sangat anggun dan lembut, tapi nyatanya balet merupakan aktivitas yang membutuhkan banyak energi, sehingga saat melakukan balet tubuh bisa membakar kalori lebih banyak. Kalori yang dibakar ini berbeda-beda tergantung berat tubuh sang balerina sendiri.

Untuk orang dengan berat lebih dari 120 kilogram, melakukan balet selama 30 menit dapat membakar sekitar 200 kalori atau lebih. Jadi, dalam satu sesi latihan balet yang berlangsung selama 90 menit, tubuh dapat membakar sekitar 600 kalori.

5. Meningkatkan fleksibilitas
5 Manfaat Balet untuk Kesehatan, Gak Cuma Bikin Tubuh Indah!​​​​​​​

Kalau kamu sering melihat foto maupun video tarian balet, kamu akan menyadari bahwa para balerina memiliki tubuh yang fleksibel. Nah, sejatinya fleksibilitas bukanlah prasyarat untuk dapat melakukan balet dengan indah.

Sebaliknya, fleksibilitas otot-otot kamu justru akan meningkat dengan konsisten berlatih balet. Ini karena dalam praktiknya balet banyak melibatkan peregangan statis dan dinamis, yang mana keduanya berkontribusi pada fleksibilitas tubuh secara keseluruhan.

Istilah ballo pertama kali digunakan oleh Domenico da Piacenza (dalam De Arte Saltandi et Choreas Ducendi), sehingga karyanya dikenal sebagai balleti atau balli yang kemudian menjadi ballet. Istilah ballet itu sendiri dicetuskan oleh Balthasar de Beaujoyeulx dalam Ballet Comique de la Royne (1581) yang merupakan ballet comique (drama ballet).

Pada tahun yang sama, Fabritio Caroso menerbitkan Il Ballarino, yaitu panduan teknis mengenai menari balet, yang membuat Italia menjadi pusat utama berkembangnya tari balet.