Beberapa Ulasan Seputar Cedera Ligamen Lutut Anterior

Beberapa Ulasan Seputar Cedera Ligamen Lutut Anterior

Beberapa Ulasan Seputar Cedera Ligamen Lutut Anterior – Cedera ligamen lutut anterior atau cedera ACL (anterior cruciate ligament) adalah kerusakan atau robekan pada ligamen lutut anterior. Ligamen lutut anterior merupakan ligamen yang menghubungkan tulang paha bagian bawah dengan tulang kering untuk menjaga kestabilan lutut.

Jika dibandingkan dengan cedera lutut lain, cedera ligamen lutut anterior adalah cedera lutut yang paling sering terjadi. Ligamen lutut anterior bisa robek ketika kaki melakukan perubahan gerakan secara tiba-tiba, misalnya berhenti tiba-tiba, atau ketika lutut dan kaki terbentur oleh benda keras secara tiba-tiba. Cedera ligamen lutut anterior atau cedera anterior cruciate ligament (ACL) adalah cedera yang paling umum terjadi pada lutut.

Ini terjadi ketika ligamen lutut anterior, yakni pita jaringan yang menyatukan tulang dalam lutut mengalami kerusakan atau robek. ACL yang alami cedera atau robek sering kali menyakitkan dan membuat sulit berjalan.

1. Jenis cedera ligamen lutut anterior berdasarkan tingkat keparahannya
Cedera Ligamen Lutut Anterior: Penyebab, Gejala, Pengobatan

Dokter bisa menilai cedera ACL berdasarkan skala dari satu sampai tiga tergantung tingkat keparahannya. Dilansir Cleveland Clinic, jenis cedera tersebut dapat berupa:

  • Tingkat satu: ligamen meregang namun masih bisa berfungsi untuk menstabilkan sendi lutut.
  • Tingkat dua: ligamen telah meregang dan melonggar. Ini disebut juga dengan robek sebagian (jenis cedera ACL ini paling jarang terjadi).
  • Tingkat tiga: ligamen robek sepenuhnya dan terbagi menjadi dua bagian. Tingkat ketiga ini termasuk sebagai cedera yang sangat parah.
2. Gejala
Cedera Ligamen Lutut Anterior: Penyebab, Gejala, Pengobatan

Seseorang yang melukai ligamen lutut anteriornya mungkin akan mendengar suara letusan seperti “pop” saat ligamen robek. Pengidap juga mungkin merasa lututnya seakan terlepas dari kaki. Mengutip laman American Academy of Orthopaedic Surgeons, beberapa gejala khas lain yang dapat dirasakan adalah:

  • Nyeri disertai bengkak
  • Kehilangan rentang gerak penuh
  • Kelembutan di sepanjang garis sendi
  • Ketidaknyamanan saat berjalan

Dalam 24 jam setelah cedera terjadi, lutut akan membengkak. Pembengkakan dan rasa sakit dapat hilang dengan sendirinya. Akan tetapi, bila mencoba untuk berolahraga, lutut berpotensi menjadi tidak stabil dan ini akan meningkatkan risiko kerusakan lebih lanjut pada bantalan tulang rawan (meniskus) lutut.

3. Penyebab
Cedera Ligamen Lutut Anterior: Penyebab, Gejala, Pengobatan

Sebagian besar cedera ACL merupakan cedera nonkontak, artinya cedera ini tidak disebabkan oleh kontak seperti pemain bola yang menendang lututmu dan lain sebagainya. Cedera ACL berpotensi terjadi ketika:

  • Berhenti secara tiba-tiba saat sedang berlari
  • Memperlambat kecepatan saat berlari
  • Mendarat dengan posisi yang tidak benar saat melompat
  • Mengubah arah dan memutar lutut secara tiba-tiba
  • Bertabrakan dengan orang lain, seperti saat ditekel dalam olahraga sepak bola

Cedera ACL mungkin disertai dengan cedera pada ligamen kolateral, kapsul sendi, tulang rawan artikular atau meniskus (bantalan tulang rawan). Sekitar 70 persen orang yang cedera ACL juga mengalami cedera pada salah satu atau kedua meniskus.

4. Diagnosis
Cedera Ligamen Lutut Anterior: Penyebab, Gejala, Pengobatan

Saat pemeriksaan, dokter akan menanyakan tentang gejala dan riwayat kesehatan pasien. Selanjutnya, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dengan memeriksa semua struktur lutut yang cedera dan membandingkannya dengan lutut yang tidak cedera. Sebagian besar cedera ligamen bisa didiagnosis dengan pemeriksaan fisik menyeluruh pada lutut ini.

Selain pemeriksaan lutut, dokter juga bisa melakukan tes pencitraan guna mengonfirmasi diagnosis, seperti:

  • Sinar-X: meski sinar-X tidak dapat menunjukkan cedera pada ACL, tetapi ini mampu menunjukkan apakah cedera terkait dengan patah tulang atau tidak.
  • Pemindaian MRI: menyediakan gambaran yang lebih jelas mengenai jaringan lunak seperti ACL yang cedera. Meski begitu, biasanya MRI tidak terlalu diperlukan dalam diagnosis cedera ACL.
5. Pengobatan
Cedera Ligamen Lutut Anterior: Penyebab, Gejala, Pengobatan

Perawatan cedera ACL akan berbeda-beda tergantung pada tingkat keparahan. Seperti yang dipaparkan di laman WebMD, sejumlah opsi yang mungkin diberikan dokter dapat meliputi:

  • Pertolongan pertama: cedera ACL ringan bisa jadi hanya memerlukan perawatan dengan kompres es di lutut, mengangkat kaki, dan mengistirahatkan kaki untuk sementara waktu. Pembengkakan bisa diredakan dengan perban di sekitar lutut.
  • Obat-obatan: obat antiinflamasi akan membantu mengurangi pembengkakan dan nyeri di lutut. Dokter bisa menyarankan obat yang dijual bebas atau juga meresepkan obat yang lebih kuat. Guna mengatasi rasa sakit yang parah, dokter juga dapat menyuntik lutut dengan obat steroid.
  • Penyangga lutut: penyangga ini mampu memberikan dukungan ekstra. Beberapa orang dengan cedera ACL dapat bertahan melakukan olahraga saat mengenakan penyangga di lutut mereka.
  • Terapi fisik: ini diperlukan selama beberapa hari dalam seminggu agar lutut kembali berfungsi dengan baik. Sesi terapi akan melibatkan latihan untuk memperkuat otot-otot di sekitar lutut serta latihan untuk membantu memperluas berbagai jangkauan gerak.
  • Operasi: pada cedera yang parah, dokter mungkin akan menyarankan pembedahan guna mengangkat ACL yang rusak dan menggantinya dengan jaringan untuk membantu ligamen baru tumbuh di tempatnya. Waktu pemulihan setelah operasi mungkin mencapai 12 bulan, sebelum akhirnya pasien diperbolehkan berolahraga kembali.
6. Faktor risiko dan potensi komplikasi
Cedera Ligamen Lutut Anterior: Penyebab, Gejala, Pengobatan

Mengutip Mayo Clinic, berbagai faktor yang meningkatkan risiko cedera ACL mungkin mencakup:

  • Perempuan umumnya lebih rentan alami cedera ACL. Hal ini mungkin disebabkan oleh perbedaan anatomi, kekuatan otot, dan pengaruh hormonal.
  • Aktif dalam olahraga tertentu seperti sepak bola, bola basket, senam, ski lereng, dan sejenisnya.
  • Mengenakan alas kaki yang tidak pas.
  • Menggunakan peralatan olahraga yang tidak dirawat dengan baik.
  • Berolahraga di rumput sintetis atau permukaan licin lainnya.

Orang yang mengalami cedera ACL akan memiliki risiko lebih tinggi terkena osteoartritis di lutut. Bahkan, jenis artritis ini bisa berkembang setelah operasi rekonstruksi ligamen sekalipun. Risiko ini mungkin dipengaruhi oleh sejumlah faktor seperti tingkat keparahan cedera, adanya cedera terkait pada sendi lutut, serta tingkat aktivitas setelah perawatan.

7. Pencegahan
Cedera Ligamen Lutut Anterior: Penyebab, Gejala, Pengobatan

Ada berbagai upaya untuk meminimalkan risiko cedera ACL, yang bisa termasuk:

  • Melakukan olahraga yang memperkuat pinggul, panggul dan perut bagian bawah.
  • Melakukan olahraga yang memperkuat otot kaki, terutama latihan hamstring untuk memastikan keseimbangan keseluruhan kekuatan otot kaki.
  • Berlatih teknik dan posisi lutut yang benar saat melompat dan mendarat dari lompatan.
  • Pelatihan untuk meningkatkan teknik saat melakukan gerakan berputar.

Cedera ligamen lutut anterior atau cedera ACL membutuhkan waktu penyembuhan yang cukup lama. Karenanya, selama masa penyembuhan, pasien harus berkomitmen pada terapi fisik dan mendengarkan instruksi dokter sebaik mungkin agar dapat mempercepat proses penyembuhan.

Periksakan diri ke dokter atau dokter ortopedi ahli pinggul dan lutut bila muncul gejala seperti yang sudah disebutkan di atas. Penting untuk mengetahui tingkat keparahan yang terjadi dan mendapatkan penanganan secepatnya.

Segera periksakan ke dokter bila kaki terasa dingin dan tampak kebiruan setelah cedera lutut. Hal itu bisa menunjukkan bahwa sendi lutut mengalami dislokasi atau cedera di pembuluh darah kaki. Hal tersebut merupakan keadaan darurat yang perlu mendapatkan penanganan segera.