Beberapa Tips Pertolongan Pertama Saat Mengalami Cedera Otot

Beberapa Tips Pertolongan Pertama Saat Mengalami Cedera Otot

Beberapa Tips Pertolongan Pertama Saat Mengalami Cedera Otot – Myalgia adalah istilah medis yang digunakan untuk menyebut nyeri otot. Meski biasanya ringan dan hanya terjadi di satu otot tertentu, nyeri otot juga bisa terasa di seluruh bagian tubuh dan sangat menyiksa. Sebenarnya, nyeri otot bukanlah suatu penyakit, tetapi gejala dari suatu penyakit atau kondisi.

Penyebabnya sangat beragam, mulai dari postur tubuh atau gerakan olahraga yang tidak tepat, cedera otot, infeksi, hingga efek samping obat-obatan. Cedera otot kerap dialami di kehidupan sehari-hari. Faktor-faktor penyebab cedera antara lain, kurang optimal saat pemanasan, kondisi fisik tidak sehat, tubuh lelah, dan fasilitas olahraga yang kurang baik. Cedera otot ditandai dengan otot terasa sakit, memar, bengkak, kaku, dan sulit digerakkan.

Saat cedera otot, tidak disarankan untuk diurut karena berpotensi meningkatkan pembengkakan. Bahkan, lebih parahnya lagi otot bisa mengalami pendarahan. Selain itu, penanganan kurang tepat dapat memperpanjang masa penyembuhan. Metode pertolongan pertama cedera otot dikenal sebagai PRICE.

1. P (Protection atau lindungi korban)
5 Cara Atasi Cedera Otot, Pertolongan Pertama Wajib Diketahui 

Perlindungan pertama pada korban yaitu dengan cara menempatkan korban pada kondisi aman dan nyaman. Studi dalam Jurnal Pengabdian Masyarakat memaparkan penanganan pertama di tempat dengan melepaskan sepatu korban.

Jika korban di lapangan, kita harus membawanya ke tepi lapangan atau ruangan khusus untuk penanganan lebih optimal. Sebelumnya, untuk menghindari pergerakan berlebih, dapat dilakukan pemasangan penyangga pada sisi cedera otot (pembidaian).

2. R (Rest atau istirahatkan bagian cedera)
5 Cara Atasi Cedera Otot, Pertolongan Pertama Wajib Diketahui 

Bagian tubuh yang mengalami cedera otot tidak diperbolehkan banyak pergerakan atau beraktivitas. Luruskan bagian kaki atau tangan yang cedera dan istirahatkan beberapa saat. Olahraga yang dilakukan sebelumnya tidak boleh dilanjutkan kembali.

3. I (Ice atau pemberian kompres es)
5 Cara Atasi Cedera Otot, Pertolongan Pertama Wajib Diketahui 

Kompres es pada daerah cedera dapat menurunkan bengkak dan mengurangi nyeri. Es dilapisi kain atau handuk sebelum diaplikasikan ke area cedera.

Berikan kompres es selama 5-15 menit dan ulangi setelah 30 menit. Hal ini bertujuan otot mendapatkan aliran darah yang cukup.

4. C (Compression atau pemasangan balut tekan)
5 Cara Atasi Cedera Otot, Pertolongan Pertama Wajib Diketahui 

Balutan tekan (bandage) dipasang dengan tidak terlalu kencang ataupun longgar. Pemasangan terlalu kencang dapat mengganggu aliran peredaran darah.

Sedangkan penggunaan bandage yang longgar tidak dapat berfungsi maksimal. Jurnal Prosiding SENADIMAS tahun 2019 menyebutkan bahwa balut tekan pada otot cedera dapat mengurangi pembengkakan.

5. E (Elevation atau meninggikan area yang cidera)
5 Cara Atasi Cedera Otot, Pertolongan Pertama Wajib Diketahui 

Otot yang cedera diposisikan lebih tinggi dari jantung dengan diberikan pengganjal di bawahnya. Letakkan secara perlahan area cedera di bantal, handuk yang digulung, atau penyangga. Tujuan dari elevation untuk mencegah pembengkakan lebih serius.

Beberapa kegiatan yang perlu dihindari bagi korban cedera otot biasa disingkat dengan metode HARMHeat (panas), yaitu jangan berikan balsam atau kompres air hangat pada cedera karena dapat memperburuk pembengkakan. Alcohol dapat memperlambat penyembuhan luka. Running atau melanjutkan aktivitas sebelum cedera. Massage (pemijatan) dapat berefek negatif pada jaringan yang luka.

Nyeri otot bisa digambarkan dengan rasa kaku, kram, tertarik, berat, atau lemah pada otot. Nyeri otot cenderung muncul selama atau setelah menjalani aktivitas tertentu. Misalnya, nyeri otot tangan akibat mengangkat benda berat, atau nyeri otot leher dan punggung akibat duduk dalam posisi yang salah terlalu lama.

Terkadang nyeri otot dapat melibatkan lebih dari satu otot, bahkan bisa terasa di seluruh tubuh. Pada beberapa kasus, nyeri otot bisa terasa sangat parah dan berlangsung dalam waktu yang lama, bisa berminggu-minggu dan berbulan-bulan.

Pada kasus yang parah, nyeri otot cenderung tidak membaik walaupun seseorang sudah beristirahat, bahkan menyebabkan kesulitan saat melakukan aktivitas. Misalnya, nyeri otot parah di jari tangan membuat penderita susah menjentikkan jari atau membuka tutup botol. Nyeri otot juga bisa disertai gejala lain, seperti bengkak pada area yang nyeri, demam dan menggigil, serta lemas.