Beberapa Tips Olahraga untuk Kamu yang Punya Migrain

Beberapa Tips Olahraga untuk Kamu yang Punya Migrain

Beberapa Tips Olahraga untuk Kamu yang Punya Migrain – Migrain adalah sakit kepala yang terasa berdenyut, dan biasanya terjadi pada satu sisi kepala saja. Migrain merupakan penyakit saraf, yang dapat menimbulkan gejala, seperti mual, muntah, serta sensitif terhadap cahaya atau suara. Untuk hal olahraga, tidak semua orang bisa dipukul rata. Ada beberapa orang yang punya kondisi medis tertentu. Untuk Mama yang punya migrain, ini tips olahraga untukmu.

Migrain lebih sering diderita oleh wanita dibandingkan pria. Menurut hasil penelitian WHO, dari total populasi manusia berusia 18-65 tahun yang melaporkan pernah menderita sakit kepala, Menurut profesor psikiatri dan perilaku manusia di Miriam Hospital, Dale Bond, PhD, latihan atau olahraga yang berlebihan bisa memicu migrain dan itu bukanlah hal yang kamu harapkan, kan?

Namun, dibanding efek samping yang buruk, lebih banyak efek positif yang bisa didapat saat memilih melakukan olahraga secara rutin. Tidak bisa sembarangan, beberapa tips agar sesi olahraga Mama tetap menyenangkan, menyehatkan, dan bebas migrain.

1. Pilihlah jenis olahraga yang kamu suka
1. Pilihlah jenis olahraga kamu suka

Workout atau berolahraga bisa menstimulasi pelepasan hormon endorfin dan enkephalin. Di mana kedua hormon tersebut bisa menjadi pereda nyeri alami untuk tubuh. Tak hanya itu, mereka juga merupakan antidepresan.

Untuk menjalani olahraga yang rutin dan menyenangkan, tentu pilihlah jenis yang selama ini jadi favoritmu. Apakah itu jogging santai, atau berjalan sebanyak 10 ribu langkah, atau malah latihan kardio sambil menari.

Apapun itu, pastikan kamu tidak memforsir karena bisa memicu migrain.

2. Bentuk stamina dengan perlahan
2. Bentuk stamina perlahan

Musuh para orang dengan migrain adalah olahraga yang berlebihan. Memforsir tubuh untuk mencapai batasnya mungkin bukan masalah bagi orang lain, namun tidak dengan kamu yang punya migrain.

Menurut Bond, jika ingin mulai workout, cobalah dengan memenuhi target berjalan sebanyak 10 ribu langkah per hari. Jika sudah rutin, maka bisa tambahkan dengan latihan kardio selama 5 sampai 10 menit.

Saat melakukannya secara ruitn, maka ototmu otomatis terbentuk, dan kekuatanmu pun berubah. Di titik ini, kamu boleh saja menambahkan jenis olahraga yang lebih intens seperti HIIT atau zumba dengan intensitas tinggi.

3. Penuhi kebutuhan gula darah sebelum dan setelah workout
3. Penuhi kebutuhan gula darah sebelum setelah workout

Penting sekali untuk tetap menjaga gula darah tetap di titik yang sehat saat ingin dan setelah olahraga.

The American Migraine Foundation merekomendasikan pasien dengan migrain untuk makan sekitar 90 menit sebelum latihan. Menu yang baik untuk jadi pilihan adalah protein seperti protein bars atau kacang-kacangan.

Terlalu lama berolahraga tanpa dibekali dengan sesi makan dahulu bisa jadi pemicu timbulnya migrain.

4. Penuhi kebutuhan cairan
4. Penuhi kebutuhan cairan

Salah satu pemicu lain munculnya migrain adalah karena seseorang kekurangan cairan atau dehidrasi.

Menurut psikolog dan manager program di Mayo Clinic, Minnesota, AS, Daniel V. Gaz, minumlah setidaknya 200 ml air sebelum berolahraga.

Dengan begitu, tubuh tetap terhidrasi dengan baik sehingga semua fungsi organnya berjalan dengan baik dan tidak memicu migrain.

5. Wajib lakukan pemanasan dan pendinginan
5. Wajib lakukan pemanasan pendinginan

Menurut Gaz, langsung berolahraga dengan intens dan melewatkan pemanasan bisa jadi pemicu empuk hadirnya migrain. Penitng sekali untuk melakukan pemanasan.

Jika hendak berlari, usahakan untuk berjalan santai dahulu selama 5 menit. Dengan begitu, tubuh bisa bersiap dan tidak kaget dan mendatangkan migrain.

6. Latihan di tempat yang tepat
6. Latihan tempat tepat

Pasien yang punya migrain cenderung memiliki sensitivitas lebih tinggi dibanding orang lain. Bahkan menurut data dari American Migraine Foundation, migrain bisa muncul saat tubuh terlalu panas, atau workout di tempat yang terlalu terang, baik itu karena cahaya matahari atau lampu.

Jadi, penting sekali untuk memerhatikan lingkungan yang hendak dipilih untuk kamu berolahraga.