Beberapa Jenis Latihan yang Paling Cocok untuk Lansia

Beberapa Jenis Latihan yang Paling Cocok untuk Lansia

Beberapa Jenis Latihan yang Paling Cocok untuk LansiaLatihan adalah suatu proses sistematis yang dapat merubah kondisi fisik, teknik, dan mental seorang individu. Olahraga dan nutrisi adalah bagian penting dari gaya hidup yang sehat. Akan tetapi, seiring bertambahnya usia, kebutuhan tiap individu terus berubah.

Latihan adalah proses yang sistematis dari berlatih atau bekerja yang dilakukan secara berulang-ulang dengan kian hari dan penambahan beban latihan. Bagi beberapa lansia, olahraga mungkin bisa terasa lebih menantang, terlebih jika mereka lama tidak menerapkan gaya hidup aktif.

Karenanya, lansia mungkin butuh jenis latihan yang berbeda daripada orang-orang pada umumnya. Berikut ini akan dijelaskan beberapa jenis latihan yang cocok untuk lansia, dirangkum dari laman apk idn poker dan Senior Lifestyle.

1. Olahraga air
Minim Cedera, Ini 5 Jenis Olahraga yang Paling Cocok untuk Lansia

Olahraga air merupakan aktivitas fisik yang cocok untuk individu segala usia, terutama lansia. Bukan hanya renang, aerobik juga bisa dilakukan di air.

Berolahraga di air sangat ideal bagi individu yang memiliki masalah radang sendi dan bentuk nyeri sendi lainnya, karena daya apung air mengurangi tekanan pada sendi. Bukan itu saja, berolahraga di dalam air menghilangkan kebutuhan individu akan beban untuk latihan kekuatan. Latihan aerobik air meningkatkan kekuatan, fleksibilitas, dan keseimbangan dengan tekanan minimal pada tubuh.

2. Squat
Minim Cedera, Ini 5 Jenis Olahraga yang Paling Cocok untuk Lansia

Proses pembentukan otot membutuhkan waktu, tetapi manfaatnya sangat besar bagi kesehatan lansia. Latihan kekuatan membutuhkan bentuk yang tepat selama latihan untuk menuai manfaat penuh.

Mulailah dengan beberapa latihan dasar berdampak rendah. Kamu dapat meningkatkan kekuatan tubuh bagian bawah dengan berjongkok di depan kursi yang kokoh. Posisikan lengan di depan dan saat tubuhmu turun ke posisi hampir duduk pastikan agar lutut tidak maju melewati jari kaki. Tahan posisi selama beberapa saat, lalu angkat kembali ke posisi berdiri, ambil napas, dan ulangi untuk dua set 10 repetisi. Pegang sisi kursi jika latihannya terasa terlalu berat.

3. Push-up
Minim Cedera, Ini 5 Jenis Olahraga yang Paling Cocok untuk Lansia

Push-up adalah gerakan yang bagus untuk melatih otot di lengan, bahu, dan dada. Push-up bisa terasa sulit untuk diselesaikan dengan benar bagi pemula atau lansia. Namun, jangan khawatir, kamu bisa memodifikasi latihan ini dan tetap mendapat manfaat kesehatan dengan melakukan push-up dinding.

Berdiri di depan dinding dengan jarak satu lengan, condongkan tubuh ke depan dengan tanganmu di depan dalam posisi tertekuk dan telapak tangan berhadapan dengan dinding. Perlahan-lahan bawa tubuh bagian atas ke dinding, tahan sebentar tubuhmu dengan tangan, dan dorong tubuhmu ke belakang hingga lengan lurus kembali. Lakukan satu set 10 repetisi, istirahat, dan ulangi set lainnya.

4. Jalan-jalan
Minim Cedera, Ini 5 Jenis Olahraga yang Paling Cocok untuk Lansia

Salah satu bentuk olahraga pelepas stres dan mudah diakses adalah berjalan. Bagi sebagian lansia, berjalan bisa terasa menantang, jadi perhatikan jarak dan jalur yang cocok.

Untuk populasi umum, 10 ribu langkah per hari disarankan untuk gaya hidup sehat, tetapi mereka yang kesulitan berjalan atau memiliki masalah nyeri sendi mungkin membutuhkan jumlah langkah yang lebih kecil.

Berjalan mempromosikan gaya hidup sehat, sekaligus memperkuat otot, menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, diabetes, dan kanker usus besar.

Sebelum mengajak lansia di sekitarmu untuk berjalan-jalan, tentukan dulu jalur yang akan dilewati. Idealnya, jalur berjalan-jalan ada di dekat rumah, di sekitar bangunan yang sudah dikenal, aman bagi pejalan kaki, dan tidak terlalu menanjak.

5. Pilates
Minim Cedera, Ini 5 Jenis Olahraga yang Paling Cocok untuk Lansia

Pilates adalah bentuk latihan berdampak rendah populer yang dikembangkan seabad yang lalu. Pilates melibatkan latihan pernapasan, keselarasan, konsentrasi, dan kekuatan inti. Biasanya, aktivitas pilates melibatkan matras, bola pilates, dan aksesori lain untuk membantu membangun kekuatan tanpa tekanan dari latihan berdampak tinggi.

Bagi lansia, pilates bermanfaat untuk meningkatkan keseimbangan, mengembangkan kekuatan inti, dan meningkatkan fleksibilitas. Sebaiknya, pilates bagi lansia diawasi oleh pelatih untuk mengetahui gerakan apa saja yang cocok.