Beberapa Cara Melakukan Jogging yang Baik dan Benar

Beberapa Cara Melakukan Jogging yang Baik dan Benar

Beberapa Cara Melakukan Jogging yang Baik dan Benar – Jogging adalah aktivitas lari santai yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh jika rutin dijalani. Meski terlihat sederhana, olahraga jogging perlu dilakukan dengan benar untuk mengurangi risiko cedera. Jogging sendiri sering didefinisikan sebagai olahraga lari dengan kecepatan yang sedang atau lambat.

Jogging merupakan salah satu cara yang baik untuk membentuk massa otot, membakar kalori, mengurangi jaringan lemak tubuh, dan menjaga kesehatan jantung. Jenis olahraga yang tergolong ringan ini memang bisa dilakukan setiap hari dan membuat tubuh tetap bugar, menurunkan risiko diabetes, obesitas, hipertensi maupun depresi.

Dalam sebuah studi tahun 2002 bahwa orang yang jogging menunjukkan kesehatan kardiovaskular dan kadar kolesterol lebih baik. Agar maksimal, berikut berikan 5 tips jogging yang baik :

1. Memakai sepatu jogging yang tepat untuk melindungi kaki
1. Memakai sepatu jogging tepat melindungi kaki

Sebelum memutuskan untuk berolahraga jogging, sebaiknya mempertimbangkan jenis sepatu yang akan kamu gunakan.

Sebab sepatu lari yang tidak pas hanya akan membuat pengalaman berlari menyakitkan dan berpotensi menimbulkan cedera.

Jadi hal terpenting adalah memakai sepatu jogging yang tepat untuk membantu melindungi kaki dan tulang dari dampak dorongan secara alami.

Dikutip dari Verywellfit, saat memilih sepasang sepatu jogging jangan hanya karena menyukai merek, gaya, warna atau harganya. Tetapi berinvestasi pada sepatu yang bagus adalah ide cerdas agar membuat lari lebih nyaman.

2. Pemanasan yang bertujuan untuk meningkatkan suhu tubuh
2. Pemanasan bertujuan meningkatkan suhu tubuh

Jogging memang bisa di mana saja, baik di seputaran kompleks rumah atau di tempat khusus.

Namun agar maksimal, sebelum jogging sebaiknya kamu melakukan pemanasan terlebih dahulu.

Pemanasan sangat penting untuk meningkatkan suhu tubuh, pengambilan oksigen, mengurangi stres pada jantung maupun otot.

MayoClinic mengatakan, pemanasan membantu mempersiapkan tubuh secara bertahap meningkatkan sistem kardiovaskular dengan menaikkan suhu tubuh serta meningkatkan aliran darah ke otot.

Jadi jika kamu tidak mempersiapkannya, kemungkinan akan mengalami kram otot dan mungkin tidak bisa jogging dengan efektif.

3. Tetapkan tujuan untuk membuat kamu tetap termotivasi
3. Tetapkan tujuan membuat kamu tetap termotivasi

Setelah melakukan pemanasan, cobalah tetapkan tujuan sebelum berjalan selama sesi untuk membantu kamu mencapai hasil yang diinginkan.

Teruslah memotivasi diri sendiri sambil menghitung langkah-langkah dengan menempuh jarak yang diargetkan.

Dilansir dari RunSociety, mungkin banyak pelari tidak tahu cara berlari yang benar. Jadi sebaiknya gunakan dasar-dasar berlari dengan benar.

Jadi rencanakan tujuan sebagai tonggak kecil untuk membuat kamu tetap termotivasi, fokus berlari tanpa merasa lemah atau kehabisan napas.

4. Mulailah secara perlahan untuk membuat tubuh beradaptasi
4. Mulailah secara perlahan membuat tubuh beradaptasi

Olahraga jogging memiliki kecepatan yang lebih lambat dan melibatkan lebih banyak penggunaan otot.

Namun saat melakukan latihan ini, sebaiknya perhatikan aspek tertentu. Salah satunya adalah memulainya dengan perlahan.

Apalagi khusus bagi kamu yang pemula atau pertama kali jogging.

Runsociety menyarankan, mulailah berjalan dahulu dan memberikan waktu untuk tubuh beradaptasi. Jalan kakilah selama 15-30 menit sehari 3-4 kali seminggu secara bertahap, lalu tingkatkan kecepatan berjalan hingga jogging.

Namun di akhir 60 detik harus berjalan sedikit cepat. Teknik ini akan mencegah kamu jadi cepat lelah.

5. Gunakan teknik pernapasan agar tidak terengah-engah
5. Gunakan teknik pernapasan agar tidak terengah-engah

Faktanya, sebagian besar pelari bisa mendapatkan keuntungan dari mempelajari beberapa teknik pernapasan.

Pernapasan dalam sebelum berolahraga sangatlah penting, hal ini karena memompa cukup oksigen ke dalam sel dan meningkatkan kapasitas paru-paru.

Gunakan teknik pernapasan dengan menghitung langkah dan mulailah menarik napas melalui hidung, lalu buang napas memakai mulut.

RunnersWorld memberitahu, pastikan bahwa kamu bernapas menggunakan diafragma dengan efisien agar tidak terengah-engah.