Antonio Conte Sepertinya akan Segera keluar dari Inter Milan

Antonio Conte Sepertinya akan Segera keluar dari Inter Milan

Antonio Conte Sepertinya akan Segera keluar dari Inter Milan – Antonio Conte (lahir di Lecce, Italia, 31 Juli 1969; umur 51 tahun) merupakan mantan pemain sepak bola berkebangsaan Italia. Ia pernah bermain untuk tim U.S. Lecce dan Juventus. Masa depan Antonio Conte bersama Inter Milan makin buram. Usai membawa i Nerrazzuri meraih scudetto musim ini, ia diisukan bakal hengkang dengan membawa gerbong pemain andalan.

Sky Sports adalah nama merek dari sebuah grup saluran televisi yang berorientasi kepada olahraga, yang dioperasikan oleh British Sky Broadcasting sebuah perusahaan tv satelit berbayar ternama di Inggris Raya dan Irlandia. Dikutip Sky Sports, Conte seharusnya bertemu pemilik klub Steven Zang untuk membicarakan soal proyek klub musim depan. Hanya saja, ia urung bersua Zang tanpa alasan yang jelas. Walhasil, spekulasi mengenai kepergiannya semakin meningkat.

Football Club Internazionale Milano, atau yang dikenal dengan nama Internazionale  ataupun juga Inter, Dilansir dari Daftar Live22 Slot dan bahasa sehari-hari dikenal sebagai Inter Milan di luar Italia, adalah sebuah klub sepak bola profesional asal Italia yang saat ini bermain di Serie A Liga Italia. Hal itu jelas merugikan Inter. Sebab, pelatih asal Italia itu mampu membawa klub menjadi kampiun usai puasa 11 musim. Yang paling menarik, mereka berhasil memutus dominasi Juventus yang mendominasi gelar dalam satu dekade terakhir.

1. Antonio Conte tak sepakat pemain-pemain andalannya dijual

Jurnalis kenamaan, Fabrizio Romano menyebut, Antonio Conte bakal memutuskan masa depannya dalam beberapa hari ke depan. Hal itu tak lepas dari kebijakan Inter yang seakan tak punya ambisi besar menghadapi musim depan.

“Inter ingin Antonio Conte tetap menerima beberapa perubahan dalam tim, termasuk saat klub memutuskan perlu menjual pemain untuk mendapatkan dana €80 juta atau Rp1,4 triliun,” cuit Fabrizio.

Conte keukeuh tak sepakat dengan kebijakan itu. Ia ingin melatih tim yang berambisi meraih banyak gelar setiap musim. Oleh sebab itu, mempertahankan pemain kunci sudah jadi keharusan. Jika tidak, ia siap angkat kaki dari Giussepe Meazza.

2. Kecewa karena merasa dibohongi pemilik klub

Eks pelatih Chelsea itu marah lantaran Zhang hanya memberikan janji manis. Ia merasa dibohongi soal misi klub untuk kembali jadi tim besar Eropa. Maklum, Conte dijanjikan kebebasan dalam membeli pemain dan membangun tim yang kuat demi meraih prestasi bersama Inter.

Walau terikat kontrak hingga 2022, pelatih berusia 51 tahun itu sudah mulai memikirkan pelabuhan baru musim depan. Hanya saja, ada sedikit kendala karena klausul kontrak musim ini harus sama-sama disepakti bersama. Dalam hal ini, Inter tentu tak mau merugi.

Beberapa penggawa andalannya seperti Achraf Hakimi, Romelu Lukaku, hingga Lautaro Martinez pun siap ikut angkat kaki bersama Antonio Conte untuk mencari klub baru.

3. Legenda Inter Milan akui klub menghadapi krisis keuangan
Pemain Inter Milan merayakan kemenangan atas AC Milan saat pertandingan perempat final Coppa Italia di Stadion San Siro, Milan, Rabu (27/1/2021) dini hari. Inter Milan memenangi pertandingan dengan skor 2-1 dan melaju ke semifinal. ANTARA FOTO/REUTERS/Daniele Mascolo

Inter memang tengah menghadapi krisis keuangan. Pandemik COVID-19 jadi penyebab utama neraca keuangan klub goyah. Maklum, klub-klub tak bisa mendapatkan pemasukan maksimal, termasuk dari tiket pertandingan saat virus corona menyebar.

Hal itu diakui oleh legenda klub yang menjabat sebagai Direktur Olahraga Inter, Javier Zanetti. Menurut dia, tim besutan Antonio Conte ini bahkan bisa dijual kapan saja oleh Suning Group. Tak pelak, dia minta semua bersatu agar klub bisa bangkit dari krisis ini.

“Benar sekali, klub sudah dipertimbangkan untuk dijual sejak pertengahan musim. Masalah keuangan yang kami alami cukup serius. Kami bukan klub satu-satunya yang kondisinya sulit,” kata Zanetti dikutip Football Italia.

4. Hentikan dominasi Juventus di Liga Italia
Pesepak bola Juventus Cristiano Ronaldo (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Inter Milan Alessandro Bastoni (kiri) dalam laga semi final leg kedua Coppa Italia, di Allianz Stadium, Turin, Italia, Selasa (9/2/2021). Pertandingan ini berakhir tanpa gol dan Juventus berhak melaju ke final karena menang 2-1 di pertandingan leg pertama. ANTARA FOTO/Reuters-Massimo Pinca

kedatangan Conte memang jadi awal bangkitnya Inter. Usai tak lagi menjadi pelatih Timnas Italia, dia memilih untuk menjadi pelatih Inter, klub yang notabene jadi musuh bebuyutan Juventus.

Kehadirannya mulai membuahkan hasil pada musim kedua. Sebenarnya, sejak musim pertama, Conte sudah bisa membawa tim jadi runner-up Serie A. Tak hanya itu, dia juga mampu membawa Inter melaju ke final Liga Europa 2019/20.

Musim kedua dalam rezimnya membuat Inter makin moncer. Tak tanggung-tanggung, Antonio Conte  mampu membawa Inter Milan juara Serie A pada musim ini.